Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Buku

Berita Tempo Plus

Amerika yang Religius dan Toleran,

Sebuah buku yang ingin meyakinkan pembaca bahwa bangsa Amerika adalah komunitas yang multiagama dan saling menghargai.

6 Juni 2005 | 00.00 WIB

Amerika yang Religius dan Toleran,
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Amerika Baru Yang Religius Penulis: Diana L. Eck Penerbit: Sinar Harapan, Cetakan Pertama 2005

Tragedi 11 September 2001, yang menghancurkan WTC dan Pentagon, tidak diragukan, berdampak multidimensi. Setahun setelah tragedi yang merenggut 3.200-an jiwa itu, misalnya, terbit lebih dari 300 buku yang menyoroti tema tersebut, dengan sudut pandang beragam. Tidak ada satu peristiwa pun di dunia yang membuat banyak orang, banyak pihak, dantentu sajabanyak kepentingan, berduyun-duyun menulis dan menerbitkan buku.

The New Religious America karangan Diana L. Eck, yang telah diterjemahkan menjadi Amerika Baru yang Religius, juga salah satu "produk" 11 September. Buku karya profesor perbandingan agama di Universitas Harvard ini berisi cerita tentang keberagaman dan toleransi agama di AS.

Menurut buku ini, bukan baru-baru ini saja AS terbuka untuk kegiatan agama apa pun. Peta keagamaan di AS memang telah berubah drastis dalam 30 tahun terakhir, namun hal itu tidak terlalu disadari oleh banyak pihak. Atmosfer ramah itu berakar dari Undang-Undang Imigrasi dan Kebangsaan Tahun 1965, yang mengakibatkan gelombang imigrasi masif dari berbagai negara di dunia.

Bisa dilihat, rumah keagamaan tersebar di berbagai kota di AS. Ada masjid yang dibangun berdampingan dengan ladang-ladang jagung di luar Kota Tuledo Ohio; kuil Hindu dengan ornamen gajah di pintu masuk di pinggiran Nashville, Tennessee; biara Buddha di Minneapolis, Minnesota; bahkan gurdawa, tempat ibadah kaum Sikh, pun ada. Praktek dan ritual berbagai agama juga bebas diterapkan di seluruh penjuru negara ini.

Nah, dengan adanya tragedi 11 September, bangsa AS telah bermetamorfosis menjadi bangsa baru yang lebih religius, yang makin menyadari keberagaman itu. Reportase usaha warga AS di berbagai pelosok negeri berusaha menjaga kerukunan hidup bertetangga dengan warga yang beragama lain, pascaserangan 11 September, adalah salah satu pesan penting buku ini.

Singkat kata, buku ini memang hanya salah satu cara AS untuk mengatakan pada dunia bahwa AS adalah bangsa yang ramah terhadap agama di luar Kristen, terutama Islam. Upaya seperti itu gencar dilakukan pemerintah AS pasca 11 September. Tapi tentu saja buku ini tidak sanggup menghapus gambaran bahwa 11 September telah menelurkan berbagai praktek diskriminatif dan tidak adil di AS.

Evieta Fadjar P.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus