Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seni
Sisi Lain Mr. Crack

Berita Tempo Plus

Warisan Pemikiran Budaya B.J. Habibie di Wisma Habibie Ainun

Presiden B.J. Habibie identik dengan teknologi. Mengapa perpustakaan publik di Wisma Habibie Ainun dipenuhi buku humaniora?

26 Februari 2025 | 15.00 WIB

Koleksi buku Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Setiabudi, Jakarta Selatan, 17 Februari 2025. Tempo/Ihsan Reliubun
material-symbols:fullscreenPerbesar
Koleksi buku Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Setiabudi, Jakarta Selatan, 17 Februari 2025. Tempo/Ihsan Reliubun

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Ringkasan Berita

  • Presiden B.J. Habibie identik dengan teknologi, tapi perpustakaan publik di Wisma Habibie Ainun dipenuhi buku humaniora.

  • Habibie mewariskan buku-buku seni, budaya, dan sosial sebagai akar peradaban.

  • Wisma Habibie Ainun di Kuningan, Jakarta Selatan, dibuka untuk umum mulai awal Februari 2025.

SEPARUH dari Wisma Habibie Ainun merupakan persemayaman ribuan buku. Kitab-kitab itu adalah aset yang dikoleksi oleh Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Besari. Ruang seluas lapangan badminton ini menampung sekitar 5.000 buku humaniora.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Saat memasuki perpustakaan di Wisma Habibie Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Setiabudi, Jakarta Selatan, di sebelah kanan mata, kita akan bertatapan langsung dengan miniatur pesawat. Di sisi kiri, tersimpan ribuan koleksi buku. Ada sebuah tangga untuk menjangkau rak buku di tingkat dua.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dalam ingatan Ilham Akbar Habibie, putra sulung Habibie, koleksi buku di ruangan yang dinamai Perpustakaan Peradaban ini dibeli atas saran tim kurasi dari Universitas Indonesia. Dari Candi Sewu karya Jacques Dumarcay, Panji Tengkorak: Kebudayaan dalam Perbincangan (Seno Gumira Ajidarma), Sejarah Timah di Indonesia (Sutedjo Sujitno), Aku dalam Budaya: Telaah Teori & Metodologi Filsafat Budaya (Toeti Heraty Noerhadi), hingga tiga buku tentang Jakarta, yaitu Jakarta, Batavia, Jayakarta; Jakarta Kota Proklamasi; dan Jakarta Kota Banjir. "Dibeli sekitar 20 tahun lalu," kata Ilham kepada Tempo, di Wisma Habibie Ainun, Senin, 17 Februari 2025.

Wisma Habibie Ainun dibuka untuk umum sejak awal Februari 2025. Ilham mengatakan wisma ini bermula dari tempat tinggal orang tuanya. B.J. Habibie dan Ainun menempati tempat itu sejak 1976 atau 14 tahun setelah menikah di Ranggamalela, Bandung, pada 1962. Kala itu Habibie, yang menjadi salah satu kepala divisi di Pertamina, membeli dua rumah. "Mereka tinggal di situ sejak 1976 sebelum Bapak jadi menteri sampai Bapak wafat," ujar Ilham.

Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Setiabudi, Jakarta Selatan, 16 Januari 2025. Antara/Dhemas Reviyanto

Setelah masa tugas sebagai presiden pada 1999—sebelumnya Habibie menjabat wakil presiden pada 1999—negara menghibahkan dua kaveling tanah di sebelah kediamannya. Masing-masing berukuran 1.000 meter persegi. Habibie merobohkan rumah tua di lahan tersebut dan membangun griya baru. "Ini yang menjadi Wisma Habibie Ainun," tutur Ilham.

Selain perpustakaan yang terbuka untuk publik di Wisma Habibie Ainun, ada perpustakaan di kediaman pribadi Habibie. Isinya buku-buku tentang teknologi, agama, dan seni rupa. "Jumlahnya dua kali lipat dari Perpustakaan Peradaban," ucap Ilham, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina The Habibie Center.

Sejak dulu Habibie dan Ainun membeli buku-buku di Perpustakaan Peradaban dengan niat mendirikan perpustakaan yang terbuka untuk publik. "Sebagai manifestasi dari peradaban kita dalam bentuk buku," ujar calon Wakil Gubernur Jawa Barat dalam pemilihan kepala daerah 2024 yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu tersebut.

Selain Perpustakan Peradaban, di Wisma Habibie Ainun ada Ruang Pendopo dan Ruang Persemayaman yang dibangun pada 1978. Itu tempat bersemayam Habibie dan Ainun. Ruang ini tertutup bagi pengunjung. Ada juga Bhinneka Tunggal Ika, ruang yang didesain dengan berbagai panel budaya—simbol lima pulau besar di Indonesia.

Lima panel budaya ini berupa galungan dari Jawa, kapal pinisi (Sulawesi), rumah gadang (Sumatera), batang garing (Kalimantan), dan ukiran suku Asmat (Papua). Selain itu, ada Taman Intelektual, ruang terbuka dengan patung The Thinker karya Auguste Rodin dan The Thinker versi abstrak, patung Ganesha simbol kecerdasan, serta patung Bodhisattva.

Rudy—panggilan B.J. Habibie—adalah kutu buku. Anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan Tuti Marini Puspowardojo itu lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

Pria yang berjasa dalam bidang ilmu konstruksi pesawat terbang itu mengunyah berbagai buku sejak kecil. Penemu teori keretakan pesawat atau crack propagation yang dijuluki Mr. Crack ini pencinta sastra, di antaranya karya Johann Wolfgang von Goethe dan Fyodor Dostoyevsky.

Ilham mengatakan ayahnya pernah membiayai penerjemahan karya Goethe ke bahasa Indonesia dan puisi Chairil Anwar ke bahasa Jerman. "Bapak sangat suka puisi," katanya. Ilham yakin pemikiran ayahnya tentang budaya dipengaruhi oleh bacaan buku klasik.

Habibie pun mengunyah buku bertema agama dan filsafat. Semasa muda, Ilham kerap melihat ayahnya banyak menghabiskan buku futuris Arnold Joseph Toynbee. Toynbee adalah sejarawan Inggris dengan karya-karya populer, seperti A Study of History yang menceritakan asal-usul, perkembangan, dan kehancuran peradaban besar. "Jadi Bapak membaca tentang masa depan."

Makmur Makka, penulis biografi Habibie, Mr. Crack dari Parepare, mengatakan sejak awal buku-buku di perpustakaan Wisma Habibie Ainun memang difokuskan diisi buku humaniora. Kurator perpustakaan itu adalah Taufik Abdullah, sejarawan dan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia periode 2000-2002; Edi Sedyawati, guru besar arkeologi Universitas Indonesia; dan Salim Said, guru besar ilmu politik Universitas Pertahanan.

Nama Perpustakaan Peradaban disematkan karena Habibie ingin buku-buku itu dibaca generasi sekarang dan akan datang agar memahami bagaimana mencapai peradaban bangsa dari setiap masa. "Itu tujuannya," ujar Makmur, 80 tahun.

Karena itu, Makmur melanjutkan, perpustakaan dilengkapi banyak buku sejarah dan kebudayaan, termasuk yang ditulis oleh para ahli dari Belanda. Sebagian besar buku pun dibeli dari Lembaga Ilmu Bahasa, Negara, dan Antropologi Kerajaan Belanda atau KITLV.

Duta Wisma Habibie Ainun, Nadia Sofia Fitri Dahlia, sekaligus cucu presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie, setelah menceritakan soal Perpustakaan Peradaban di Wisma Habibie Ainun, Jalan Patra Kuningan XIII, Setiabudi, Jakarta Selatan, 6 Februari 2025. Tempo/Ihsan Reliubun

Makmur, yang sama-sama berasal dari Parepare, dekat dengan Habibie. Saat Habibie ditunjuk Presiden Soeharto sebagai Menteri Riset dan Teknologi pada 1978, Makmur menjadi staf di kementerian itu. Jabatan terakhirnya di sana adalah Staf Ahli Menteri Bidang Informasi pada 1994.

Makmur menyebutkan Habibie melahap segala jenis buku, termasuk buku sosial dan filsafat. "Setelah membaca buku-buku itu, ia kembali membaca buku-buku fisika, mekanik, dan teknologi," katanya.

Duta Wisma Habibie Ainun, Nadia Sofia Fitria Dahlia, mengatakan hampir setiap sudut wisma itu memiliki sejarah. Habibie dan Ainun, kakek dan neneknya, menginginkan buku-buku itu bisa memperkenalkan budaya Indonesia. Sebab, budaya merupakan akar kehidupan masyarakat. "Agar pengunjung dapat mengenal akarnya," ucap Nadia.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Ihsan Reliubun

Ihsan Reliubun

Menjadi wartawan Tempo sejak 2022. Meliput isu seni dan budaya hingga kriminalitas. Lulusan jurnalistik di Institut Agama Islam Negeri Ambon. Alumni pers mahasiswa "Lintas"

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus