Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menggelar pameran properti atau Indonesia Property Expo dengan kredit baru yang diproyeksi akan mengalir sebesar Rp 5 triliun baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Direktur Utama Bank BTN mengatakan transaksi pada pameran Februari 2018 mencapai Rp 9,3 triliun. Namun dia mengklaim bahwa selama ini, kenaikan dolar terhadap rupiah tidak mempengaruhi harga penjualan rumah yang ditawarkan.
“Tidak ada yang naik meskipun dolar sedang naik. Itu yang perlu dicatat,” kata Maryono saat konferensi pers di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Sabtu, 22 September 2018.
Untuk mencapai target tersebut, Bank BTN memberikan banyak kemudahan kepada konsumen. “Misalnya adalah suku bunga KPR sebesar 6,25 persen selama satu tahun,” kata Maryono.
Adapun kemudahan lain yang diberikan seperti bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya angsuran pokok selama dua tahun, bebas biaya appraisal dan kemudahan lainnya.
Ada sekitar 149 pengembang dalam acara pameran properti yang disingkat IPEX itu dengan menawarkan sekitar 730 proyek di seluruh wilayah Indonesia. Proyek yang ditawarkan diantaranya proyek Transit Oriented Development atau TOD. Dalam pelaksanaan acara tersebut, Bank BTN akan memberikan 1000 akad kredit massal.