Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Kemenhub Ingin Logistik Pakai Kereta dan Kapal, Berikut Keterbatasan bagi Bisnis

Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto merespons Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pengiriman logistik beralih menggunakan kereta api dan kapal.

3 Januari 2023 | 13.20 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjalan di pintu masuk Terminal 2 F saat melakukan peninjaun pelaksanaan mudik Natal 2022 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 23 Desember 2022. Peninjauan untuk memastikan kesiapan angkutan udara saat mudik Natal 2022 berjalan dengan baik dari segi keamanan maupun pelayanan. ANTARA/Muhammad Iqbal

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto merespons Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong pengiriman logistik beralih menggunakan kereta api dan kapal. Peralihan itu sebagai solusi kebijakan larangan truk over dimension over load atau ODOL—yang mengangkut barang dengan kelebihan muatan— tahun ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut Sugi, untuk kereta api, slot-nya terbatas, karena berebut dengan slot penumpang. “Ini saya sudah menggunakan jasa kereta api dari tahun 1995, jadi mengalami, mengerti proses pasang surut semuanya,” ujar Sugi melalui sambungan telepon pada Sabtu, 31 Desember 2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sejak dulu, Sugi mengatakan, saat masih single track sekarang double track, ditambah dengan kereta tambahan saat Natal dan Tahun Baru atau Lebaran, yang dikorbankan adalah kereta barang yang dikurangi. Dia menuturkan, hal itu harus disiasati, karena memang satu gerbong itu load-nya bisa sampai mencapai 40 ton dikurangi 2 ton berat kontainer menjadi 38 ton.

Sementara untuk truk 12 ton, yang kontainer fuso itu dia bisa 18 ton. Namun, Kemenhub juga harus tahu, kereta bisa menjadi pengganti truk yang kerap membawa barang over load, atau barang-barang yang kemasan berat. Jika ringan, seharusnya tetap selalu menggunakan truk, karena lebih cepat dan fleksibel.

“Selain itu, kalau kereta itu kontainer kan musti dibawa ke Sungai Laboa, atau ke Kampung Bandan, harus di bawa ke sana atau di bawa ke Cikarang seperti itu. Kalau dari Surabaya musti dibawa ke Staisun Halima,” tutur Sugi,

Sedangkan untuk kapal, menurut Sugi, memang cukup menolong untuk pengiriman logistik. Namun, hanya untuk rute Surabaya, dan waktunya lama bisa sampai lima hari. Karena rata-rata, closing kapal itu pada Sabtu dan Minggu.

Selanjutnya: masa loading hari Senin masa nunggunya Sabtu

“Sekarang, masa loading hari Senin masa nunggunya Sabtu sama Minggu mau kirim. Makanya nanti tidak bisa berjalan karena faktor itu,” ucap Sugi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno mendorong pengiriman logistik beralih menggunakan kereta api dan kapal. “(Saat pelaksanaan zero ODOL) Kami mencari solusi, salah satunya adalah mendorong logistik menggunakan kereta api atau kapal,” ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 27 Desember 2022.

Kemenhub, kata Hendro, sudah mencobanya di kereta api Makassar - Pare-pare, dan hitungannya tarifnya sudah ada. Bahkan sekarang, pihaknya sedang menghitung tarif pengiriman logistis Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Semarang.

“Kalau hitungannya bagus kita akan bicara dengan asosiasi bahwa menggunakan kereta lebih efisien. Jadi harus ada solusi,” ucap Hendro.

Hendro memastikan kebijakan zero ODOL akan dilakukan secara bertahap. “ODOL itu kan 2023, bisa Januari sampai Desember. Tahapannya akan kita lakukan. Bukan Januari langsung zero ODOL tapi ada tahapan yang akan dilakukan,” tutur dia.

Dia juga menjelaskan bahwa kebijakan zero ODOL sebenarnya sudah ada sejak tahun 2017, tapi diundur ke 2018, dan mundur lagi hingga 2023. Namun, permintaan penundaan tidak diikuti action plan yang ingin menunda ODOL, bukannya berkurang malah justru bertambah. “Harusnya kalau minta mundur dia juga membenahi diri. Tapi tidak,” ucap Hendro.

Selain itu, dia juga mengatakan untuk penindakan pun sudah dilakukan, dan pelanggarannya tetap ada. “Di jembatan timbang ditindak, korlantas juga nindak kelebihan muatan. Di jalan tol juga sudah saya minta untuk terapkan Weight In Motion (WIM),” kata dia.

M. Khory Alfarizi

M. Khory Alfarizi

Menjadi wartawan Tempo sejak 2018 dan meliput isu teknologi, sains, olahraga hingga kriminalitas. Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, program studi akuntansi. Mengikuti program Kelas Khusus Jurnalisme Data Non-degree yang digelar AJI Indonesia pada 2023.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus