Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat anggaran untuk upacara HUT RI ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mencapai Rp 87 miliar. Angka ini lebih besar daripada perayaan rutin tiap 17 Agustus di Jakarta sebesar Rp 53 miliar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Terutama karena pengadaan alat-alat upacara, sarana fisik, jamuan juga besar dibanding di Jakarta,” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata dalam konferensi pers di kantornya pada Selasa, 13 Agustus 2024.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tak hanya itu, Isa mengatakan, kenaikan itu juga karena pengadaan sarana dan prasarana fisik yang membutuhkan akses khusus. Jamuan untuk tamu dan peserta di IKN, kata dia, juga membutuhkan biaya besar.
“Jamuan juga cukup besar, dibanding di Jakarta, terutama mungkin karena lokasinya belum tersedia cukup prasarana untuk jamuan ini,” kata Isa.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi anggaran per Juli 2024 untuk pembangunan IKN sebesar Rp 11,2 triliun atau 26,4 persen dari pagi anggaran. Pemerintah menetapkan pagu anggaran untuk IKN sebesar Rp 42,5 triliun pada 2024.
“Tapi tidak berarti belanjanya nanti hanya Rp 11,2 triliun, masih akan ada penyerapan. Ini biasanya akselerasi untuk pencairan terjadi di Q3 maupun di kuartal terakhir (2024),” kata Sri Mulyani.
Selanjutnya: Sri Mulyani mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)....
Sri Mulyani mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memiliki sekitar 108 kontrak pembangunan sebesar Rp 84,2 triliun. Angka ini, kata dia, juga belum seluruhnya terserap.
Menkeu mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah memiliki sekitar 108 kontrak pembangunan senilai Rp 84,2 triliun, namun belum semuanya terserap.
“Sudah dikontrakkan. Nah dikontrakkan bukan berarti uangnya sudah keluar karena mereka have to deliver baru kita pay. Ada perjanjian kontraknya per termin,” kata dia.
Sri Mulyani merincikan realisasi anggaran IKN ini untuk membangun gedung di kawasan Istana Negara, Kawasan Kemenko, dan kementerian lain, dan gedung Otorita IKN. Selain itu, anggaran ini juga untuk membangun tower rusun ASN dan Hankam, rumah tapak menteri, dan rumah sakit IKN.
Tak hanya itu, dia mengatakan Kementerian Keuangan juga memberikan anggaran untuk belanja VVIP, jalan tol IKN, dan jembatan IKN. “Jembatan IKN yang kemarin beberapa mulai berfungsi, tapi beberapa perlu disempurnakan. Kemudian fasilitas air. Akan ada 22 embung sebagai tampungan air dan akan dinaikkan menjadi 30, bahkan jadi 60,” kata dia.
Sementara itu, anggaran noninfrastruktur telah terealisasi Rp 2,2 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp 3,3 triliun. Anggaran ini digunakan untuk perencanaan, koordinasi, dan menyiapkan pemindahan, promosi, dan sosialisasi IKN.