Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berujar Lapangan Udara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Gatot Subroto, Kabupaten Way Kanan, Lampung, segera beroperasi untuk melayani penerbangan sipil. Ia menargetkan bandara tersebut bisa dipergunakan pada Maret 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
"Kami harap bulan Maret sudah bisa digunakan walau belum maksimal," ujar Budi dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis malam, 17 Januari 2019.
Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu mengatakan Kemenhub bakal menggeber persiapan pengoperasian bandara tersebut dalam tiga bulan. Budi menggaris bawahi faktor keamanan sebagai aspek terpenting sebelum bandara tersebut melayani penerbangan sipil.
Lanudad Gatot Subroto dipilih, kata Budi, lantaran letak lokasinya yang sangat strategis karena mencakup beberapa kabupaten yang ada di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Sehingga, ia berpendapat apabila bandara tersebut dapat digunakan untuk penerbangan sipil, tentu akan membuka aksesibilitas masyarakat dan meningkatkan arus barang di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan sekitarnya.
Untuk mempersiapkan layanan tersebut, Budi mengatakan Kemenhub telah menjalin komunikasi intens dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya TNI Angkatan Darat terkait kerja sama itu. "Jadi saya bisa sampaikan bahwa koordinasi kami dengan instansi terkait khususnya angkatan darat sudah disetujui, jadi kita tinggal menyelesaikan administrasinya," tutur Budi.
Ia bakal mengundang Presiden Joko Widodo untuk menyambangi lapangan udara tersebut segera setelah pengoperasian untuk penerbangan sipil dimulai Maret mendatang. Rencananya, pesawat yang akan beroperasi di Bandar Udara Gatot Subroto berupa pesawat ATR dengan kapasitas 72 orang. Rute penerbangan yang akan dibuka adalah penerbangan dari Way Kanan menuju ke Palembang dan Jakarta begitu pula sebaliknya. "Karena memang panjang daripada landasan itu memenuhi syarat untuk pesawat ATR," kata Budi.