Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ekonomi

Pertamina Ngotot, Siapa Dapat

2 Mei 2011 | 00.00 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

West Madura Offshore
Area Kontrak : Lepas Pantai West Madura
Tipe kontrak: Kontrak bagi hasil (production sharing contract)
Lokasi: Lepas pantai Jawa Timur (utara Gresik, utara Bangkalan, dan Selat Madura pada posisi timur Sidoarjo).
Operator: Kodeco Energy Co Ltd (Korea)

Luas wilayah kerja: 6.460 km2
Sedang digarap: 1.615 km2
Masa Kontrak: 30 tahun
Permulaan Kontrak: 6 Mei 1981
Akhir kontrak: 6 Mei 2011

Struktur Kepemilikan Partisipasi West Madura

  • Kodeco Energy Ltd: 25%
  • CNOOC Madura Ltd: 25%
  • Pertamina: 50%

  • 1981
    Kodeco Energy Co Ltd menandatangani kontrak West Madura dengan Pertamina. Kodeco sebagai operator. Kepemilikan saham 50 persen Pertamina dan 50 persen Kodeco.

  • 1986
    KNOC (Korean National Oil Company) membeli saham 12,5 persen dari Kodeco.

  • 1992
    KNOC menjual seluruh sahamnya kembali ke Kodeco.

  • 1993
    Pertamina memberi Kodeco hak pengelolaan Poleng TAC, lapangan minyak yang bersebelahan dengan West Madura. Gas dari lapangan West Madura dan Poleng dijual ke Jawa Timur, minyaknya dijual ke kilang minyak Pertamina di Balikpapan.

  • 1999
    YPF, perusahaan minyak Spanyol, membeli 25 persen saham di West Madura dan 50 persen saham di Poleng dari Kodeco.

  • 2002
    CNOOC (China National Offshore Oil Corporation) Madura membeli saham milik YPF di West Madura dan Poleng. CNOOC mengambil alih operator di dua lapangan ini. Sejak CNOOC masuk, Kodeco sudah melakukan pengeboran eksplorasi dan produksi setidaknya di 14 sumur. Pengeboran ini menghasilkan beberapa temuan sumber daya baru.

  • November 2003
    Kodeco mengajukan perpanjangan kontrak yang akan berakhir 6 Mei 2011, menjadi 6 Mei 2031.

  • Juni 2008
    Direktur Utama Pertamina Ari H. Soemarno mengajukan permohonan kepada pemerintah agar bisa mengelola 100 persen West Madura.

  • November 2008
    Kodeco kembali mengajukan permohonan perpanjangan kontrak.

  • 4 Mei 2010
    Pertamina sekali lagi mengajukan permohonan ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Saleh, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Mustafa Abubakar, untuk mengelola 100 persen.

  • 13 April 2011
    Perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, BP Migas, Pertamina, Kodeco, CNOOC, Sinergindo, dan Pure Link menggelar rapat di kantor Kementerian Energi. Hasilnya, setelah 7 Mei 2011, mereka sepakat komposisi hak kepemilikan (konsesi) West Madura 20 tahun ke depan sebagai berikut: Pertamina 60 persen, Kodeco 10 persen, CNOOC 10 persen, Sinergindo 10 persen, dan Pure Link 10 persen.

  • 1 Maret 2011
    Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyetujui pengalihan saham dari Kodeco ke PT Sinergindo Citra Harapan sebanyak 12,5 persen. BP Migas juga setuju 12,5 persen saham CNOOC dialihkan ke Pure Link Investment Ltd. Susunan kepemilikan sahamnya menjadi Pertamina 50 persen, Kodeco 12,5 persen, CNOOC 12,5 persen, Sinergindo 12,5 persen, dan Pure Link 12,5 persen.

  • 18 April 2011
    Perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, BP Migas, dan Pertamina melakukan rapat di kantor Kementerian. Pertemuan dihadiri perwakilan Kodeco, CNOOC, Sinergindo, dan Pure Link yang hadir pada pertemuan sebelumnya. Dalam pertemuan ini, Pertamina memaparkan kemampuan teknis dan keuangannya. Pertamina juga tetap mengusulkan untuk mengelola 100 persen West Madura.

    Pertamina Ngotot
    Pertamina ngotot ingin menguasai hak konsesi 100 persen dan menjadi operator Blok West Madura menggantikan Kodeco.

    Ini Dasar Pertamina:

    Pasal 2 Undang-Undang Minyak dan Gas No. 21/2002
    "Penyelenggaraan kegiatan usaha minyak dan gas bumi yang diatur dalam undang-undang ini berasaskan ekonomi kerakyatan, keterpaduan, manfaat, keadilan, keseimbangan, pemerataan, kemakmuran bersama dan kesejahteraan rakyat banyak, keamanan, keselamatan, dan kepastian hukum serta berwawasan lingkungan."

    Pasal 28 Peraturan Pemerintah No. 34/2005
    "PT Pertamina (Persero) dapat mengajukan permohonan kepada Menteri untuk wilayah kerja yang habis jangka waktu kontraknya. Menteri dapat menyetujui permohonan tersebut dengan mempertimbangkan program kerja, kemampuan teknis dan keuangan PT Pertamina (Persero) sepanjang saham PT Pertamina (Persero) 100 persen dimiliki oleh negara."

    Profil Pemilik Konsesi

    Sinergindo Citra Harapan

    Perusahaan ini menempati lantai 21 The City Tower, Jalan M.H. Thamrin 81, Jakarta. Surat-menyurat Sinergindo masih ke alamat PT Cakra Nusa Darma di Menara Kuningan, Jakarta. Sinergindo didirikan Wiwoho Soewono dan Subianto pada 17 November 1999 dengan modal setor Rp 1 miliar. Perusahaan ini semula beralamat di rumah Wiwoho, Jalan Mangga 24, Kepa Duri, Kebon Jeruk, Jakarta. Di perusahaan ini ada nama Hadi Arif Widjaja, yang menjadi director of new ventures.

    Hadi sosok penting dalam Sinergindo. Dia anak taipan Eka Tjipta Widjaja, pemilik Sinar Mas Group. Pada 5 April lalu, Sinergindo mengubah data perusahaan. Ada juga nama Edi Yosfi di sini. Edi pengusaha yang juga kader Partai Amanat Nasional dan Muhammadiyah. Ia anggota tim sukses Amien Rais pada pemilihan presiden 2009. Edi kini Direktur Sinergindo.

    Pure Link Investment Ltd

    Ada nama Alex Rusli di Pure Link Investment Ltd. Alex anggota staf khusus Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil. Alex juga staf khusus Sofyan ketika masih Menteri Komunikasi dan Informatika. Di perusahaan ini juga ada nama Patrick Walujo, pendiri Northstar Pacific. Patrick, menantu T.P. Rahmat, mantan bos PT Astra International, adalah anggota tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dalam pemilihan presiden 2009.

    Kodeco Energy Co Ltd

    Kodeco adalah perusahaan minyak Korea. Kodeco semula perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan. Perusahaan ini telah beroperasi di Indonesia sejak 1970-an. Perusahaan itu berekspansi ke usaha ke minyak dan gas. Kodeco yang bergerak di bidang kehutanan kini bernama Kodeco Timber.

    CNOOC Madura

    CNOOC (China National Offshore Oil Corporation) Madura Bv (Cina) membeli saham milik YPF, perusahaan minyak Spanyol, di West Madura dan Poleng pada 2002. CNOOC merupakan perusahaan milik pemerintah Cina. Perusahaan minyak dan gas bumi ini terbesar ketiga di Cina setelah CNPC dan Sinopec.

    Sunudyantoro

  • Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

    Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

    Image of Tempo
    Image of Tempo
    Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
    • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
    • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
    • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
    • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
    • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
    Lihat Benefit Lainnya

    Image of Tempo

    Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

    Image of Tempo
    >
    Logo Tempo
    Unduh aplikasi Tempo
    download tempo from appstoredownload tempo from playstore
    Ikuti Media Sosial Kami
    © 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
    Beranda Harian Mingguan Tempo Plus