Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Obligasi Negara Ritel seri ORI019 telah terjual habis sebelum masa penawaran berakhir pada 18 Februari 2021. Hasilnya, obligasi ini terjual di angka Rp 26 triliun.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Ini rekor tertinggi sampai dengan saat ini untuk yang online dan tradable yang ORI dan sukuk ritel,” kata Kepala Seksi Pendalaman Pasar dan Perluasan Basis Investor Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu Antonius Dyan dalam diskusi daring di Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.
Antonius menyatakan hasil penjualan ORI019 sebesar Rp 26 triliun sangat memuaskan karena biasanya diterbitkan pada semester kedua namun pada tahun ini diterbitkan pada awal tahun yang dilatarbelakangi oleh berbagai pertimbangan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Dana hasil penjualan ORI019 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2020," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Selain itu, dana ini juga akan digunakan untuk program penanggulangan pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Sebab, instrumen utang memang salah satu cara pemerintah menutupi besarnya biasa pemulihan pandemi ini.
Saat peluncurannya pada 25 Januari 2021, Luky mengatakan defisit anggaran dalam APBN 2021 ditetapkan sebesar 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto. Sehingga, ia berujar perlu pembiayaan utang yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Sehingga, terbitlah ORI019 yang merupakan seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pertama yang diterbitkan di awal 2021. ORI019 ini diterbitkan dengan kupon terendah sepanjang penerbitan SBN ritel tradable, yaitu 5,57 persen.
Walaupun tidak ada ORI yang jatuh tempo di awal tahun, kata Luky, animo masyarakat sangat tinggi untuk berinvestasi di ORI019. Untuk memenuhi tingginya animo masyarakat tersebut, pemerintah pun melakukan penambahan kuota (upsize) selama masa penawaran ORI019.
FAJAR PEBRIANTO | ANTARA