Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pekan fashion akbar dengan tema modest wear digelar di beberapa negara beberapa waktu lalu, misalnya di Inggris, Uni Emirat Arab, Turki, dan lainnya. Masing-masing negara memiliki tren gaya yang berbeda meskipun masih satu lini di modest fashion. Seperti apa perbedaannya?.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pakar modest fashion dari Indonesia, Franka Soeria, mengungkapkan tren di setiap negara berbeda. Franka menuturkan salah satu contoh perbedaan tren modest fashion adalah tren hijab. Di Indonesia trennya hijab kotak bahan voal sementara di Turki masih gaya berhijab dengan syal sutra, sementara Dubai dan London lebih memilih tren turban.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Untuk busananya, di Indonesia lagi ngetren syari, sementara di Turki, London, dan Dubai lebih memilih yang modern seperti light coat dan modern abaya,” katanya.
Busana rancangan Lia Afif. Foto: Simon Aarmstrong/ House of Mea & Indonesia Modest Fashion Week
Menurutnya Franka, bagi setiap negara gaya menentukan. Terkadang barang atau bahan sama, namun gayanya berbeda sehingga efeknyanya pun berbeda.
“Kalau Turki, London, mereka lebih mementingkan fungsi bukan seninya. Dubai sedikit glamor karena semua orang di Dubai senang tampil stand out,” jelasnya.
Pendiri Markamarie, salah satu platform jual beli modest fashion tersebut, menilai terkadang Indonesia memiliki gaya yang melebihi porsi sehingga susah dicerna oleh negara-negara lain. Dia melanjutkan, misalnya busana Muslim Indonesia bajunya terlalu "nyeni" . Meskipun busana Muslim Indonesia di beberapa toko daring sudah banyak yang masuk tren di Turki ataupun London, namun gayanya masih Indonesia sekali.
“Kalau lihat fashion show di Indonesia, baju Muslim pasti banyak yang lebih kayak seni daripada yang fungsional karena baju seperti itu sangat sulit diterima secara bisnis di negara lain,” tambahnya.