Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Sering Ngompol? Bisa Jadi Tanda Inkontinensia Urine, Berikut Tipe dan Sebabnya

Inkontinensia Urine merupakan kondisi ketika seseorang sulit menahan buang air kecil, sehingga jadi ngompol.

20 April 2021 | 17.58 WIB

Ilustrasi menahan pipis atau kencing. Shape.com
Perbesar
Ilustrasi menahan pipis atau kencing. Shape.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Inkontinensia Urine (IU) merupakan kondisi ketika seseorang sulit menahan buang air kecil, sehingga jadi ngompol. IU umumnya dialami orang dewasa dan lansia, serta lebih sering dialami wanita dibanding laki-laki.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Meski bukan kondisi yang membahayakan, IU atau ngompol dapat menganggu kehidupan sosial dan kondisi psikologis penderitanya. Dilansir laman Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, IU dapat disebabkan oleh: kehamilan, terlalu sering melahirkan, kegemukan, masalah pada prostat, kelainan saraf akibat stroke, penyakit parkinson, atau diabetes melitus, kerusakan syaraf akibat kecelakaan atau operasi, infeksi dan atau batu di saluran kemih, akibat obat-obatan (seperti diuretik dan obat penenang), kesulitan berjalan, depresi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

IU memiliki lima tipe, di antaranya:

  1. IU Stres, yakni keluarnya urin dalam jumlah sedikit saat batuk, bersin, tertawa dan olahraga.
  2. IU Overflow (luapan), keluarnya urin dalam jumlah banyak karena ketidakmampuan menunda berkemih (pipis). Umumnya terjadi pada orang dengan kelainan syaraf pusat seperti stroke, akibat infeksi atau batu saluran kemih.
  3. IU Urgensi, IU ini ditandai dengan kebocoran urin dalam jumlah sedikit, biasanya terjadi akibat gangguan prostat atau kelainan syaraf akibat diabetes melitus.
  4. IU Fungsional, IU yang terjadi akibat ketidakmampuan mencapai tempat berkemih karena gangguan fisik atau kognitif.
  5. IU Campuran, merupakan gabungan dari tipe-tipe IU lainnya.

Untuk mencegah IU Anda bisa melakukan beberapa cara, di antaranya menurunkan berat badan bila kegemukan, jangan menahan kencing, buang air kecil secara teratur, olahraga teratur (terutama lakukan senam untuk menguatkan otot panggul), hindari kafein, minuman beralkohol, pemanis buatan, soda, dan rokok.

Bila Anda terus mengalami Inkontinensia Urine yang menganggu aktivitas sehari-hari dan sosial, segeralah temui dokter untuk mendapat diagnosa dan penanganan cepat dan akurat.

DELFI ANA HARAHAP

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus