Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ingatkah Anda tentang momentum mengompol saat masih kecil dulu? Mengompol menjadi hal yang wajar terjadi oleh anak-anak. Namun, ternyata terdapat gangguan yang menyebabkan seseorang yang sudah dewasa masih mengompol. Gangguan ini disebut dengan inkontinensia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Inkontinensia adalah kondisi saat seseorang sulit menahan buang air kecil sehingga mengompol. Inkontinensia sering dialami oleh seorang wanita lansia. Meskipun bukan masalah kesehatan yang berbahaya, namun gangguan ini berdampak pada kondisi psikologis dan kehidupan sosial seseorang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut adalah jenis-jenis inkontinensia:
1. Inkontinensia mendesak (urge incontinence)
Jenis inkontinensia ini ditandai dengan keinginan yang kuat untuk segera buang air kecil. Inkontinensia mendesak dapat disebabkan oleh kondisi yang disebut kandung kemih terlalu aktif (OAB). Seseorang bisa mengalami OAB karena berbagai alasan, seperti otot panggul yang lemah, kerusakan saraf, infeksi, kadar estrogen yang rendah setelah menopause atau berat badan yang lebih berat. Beberapa obat dan minuman seperti alkohol dan kafein juga dapat menyebabkan OAB.
3. Inkontinensia stres (stress incontinence)
Pada jenis inkontinensia ini, otot dasar panggul akan melemah dan tidak lagi menopang organ panggul sebagaimana mestinya. Kelemahan otot ini mengakibatkan seseorang lebih sering secara tidak sengaja mengeluarkan urine secara tiba-tiba.
Bagi banyak orang, masalah kebocoran terjadi ketika mereka tertawa, batuk, bersin, berlari, melompat, atau mengangkat barang. Semua tindakan ini memberi tekanan pada kandung kemih. Tanpa dukungan otot panggul yang kuat, wanita yang telah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami stress incontinence. Pria yang telah menjalani operasi prostat dapat mengalami inkontinensia jenis ini.
4. Inkontinensia overflow (overflow incontinence)
Orang dengan inkontinensia overflow tidak pernah benar-benar mengosongkan kandung kemihnya. Biasanya, kondisi ini menyebabkan urine menetes sewaktu-waktu, bahkan hingga semburan urine dalam jumlah besar. Jenis inkontinensia ini lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi kronis seperti multiple sclerosis (MS), stroke, dan diabetes.
5. Inkontinensia campuran (mixed incontinence)
Jenis inkontinensia ini merupakan kombinasi dari beberapa masalah yang semuanya mengarah pada masalah kebocoran. Ketika seseorang mengalami inkontinensia campuran, artinya mereka juga mengalami inkontinensia stres dan kandung kemih yang terlalu aktif.
Penyebab Inkontinensia
Bukan tanpa sebab seseorang mengalami inkontinensia. Ada beberapa hal yang menyebabkan gangguan kebocoran kencing ini. Mengutip WebMD, berikut adalah penyebab seseorang mengalami inkotinensia:
- Infeksi saluran kemih.
- Kehamilan dan persalinan.
- Mati haid atau menopause.
- Masalah prostat.
- Kebiasaan merokok.
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Kondisi medis tertentu (diabetes, multiple sclerosis, dan penyakit Parkinson).
- Konsumsi obat-obatan.
- Histerektomi (rusaknya otot dan ligament yang menopang kandung kemih).
RISMA DAMAYANTI