Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Air terjun mini bernama Curug Tilu yang nyempil di balik perkebunan teh Rancabali, Ciwidey, Bandung, menarik perhatian orang-orang yang melintasi jalur perbatasan Ciwidey-Cianjur, Jawa Barat. Salah satunya wisatawan asal Jakarta, Frasisca Anggi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Semula, pada Minggu siang, 4 Maret 2018, Anggi ingin menuju Danau Situ Patengan yang berlokasi di jalur paling ujung kawasan wisata Ciwidey. Di tengah perjalanan, ketika melewati perkebunan Rancabali, ia melihat ada air terjun yang cukup mencolok.
Dia lantas langsung berbelok menuju obyek wisata itu. "Instagramable banget," katanya, saat ditemui di Curug Tilu.
Seperti wisatawan lainnya, Anggi langsung mengeluarkan gawai sesaat setelah sampai di Curug Tilu Ciwidey Sejurus kemudian, ia gesit membidik lokasi-lokasi terbaik untuk berswafoto.
Tak jarang pula, perempuan 25 tahun yang berprofesi sebagai bidan itu, berbagi tempat dengan pengunjung lain untuk memperoleh potret dengan lanskap favorit. Lanskap favorit yang diburu wisatawan ialah di bebatuan, tepat di antara aliran terjun.
Seperti namanya, Curug Tilu punya tiga aliran air terjun. Ketiganya punya ketinggian yang sama. Menurut pengelola obyek wisata setempat, Rizky, air terjun ini buatan. Namun alirannya berasal dari sumber air alami. "Satu aliran dengan air panas Walini," kata Rizky.
Curug Tilu selesai dibangun 4 tahun lalu. Tiga air terjun dari bebatuan yang ditata rapi menjadi daya tarik utamanya. Di sekitarnya dibangun taman dengan berbagai jenis tanaman bunga. Ada juga jembatan-jembatan bambu kecil yang menghubungkan aliran-aliran sungai.
Untuk menuju ke Curug Tilu Ciwidey, pengunjung kudu menggunakan kendaraan pribadi. Lokasinya dari Kota Bandung berjarak sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam. Biaya masuk menuju curug dibanderol Rp 1p ribu per wisatawan.