Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Letkol Dono Ditembak: Kodam Jaya Sisir Lokasi Minum Serda Jhoni

Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya menelusuri Serda Jhoni Risdianto tenggak miras, sebelum tembak Letkol Dono

27 Desember 2018 | 05.58 WIB

Lokasi penembakan Letkol Dono Kuspriyanto di depan Gereja dan Sekolah Santa Maria Fatima, Jalan Jatinegara, Bidara Cina, Jakarta Timur, Rabu, 26 Desember 2018. Di lokasi tersebut terdapat empat lingkaran tempat jatuhnya selongsong peluru yang ditembakan pelaku. Tempo/Imam Hamdi
Perbesar
Lokasi penembakan Letkol Dono Kuspriyanto di depan Gereja dan Sekolah Santa Maria Fatima, Jalan Jatinegara, Bidara Cina, Jakarta Timur, Rabu, 26 Desember 2018. Di lokasi tersebut terdapat empat lingkaran tempat jatuhnya selongsong peluru yang ditembakan pelaku. Tempo/Imam Hamdi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Infanteri Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya sedang menelusuri lokasi Sersan Dua Jhoni Risdianto menenggak minuman keras alias miras sebelum menembak Letkol Dono Kuspriyanto.

Sebabnya, diduga imbas pengaruh minuman keras tersebut terjadi penembakan yang menyebabkan Letkol Dono Kuspriyanto tewas di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, tadi malam.
Baca : Kasus Penembakan Letkol Dono Ditangani Pom TNI Angkatan Udara

"Kami sedang telusuri minumnya di mana, dengan siapa, sedang apa, terus kenapa bisa seperti itu," kata Kristomei kepada wartawan di Media Center Kodam Jaya, Rabu, 26 Desember 2018.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ia menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan, saat melakukan penembakan terhadap Letkol Dono, Jhoni sedang mabuk. Tindakan itu, kata dia, tidak dibenarkan sebagai seorang prajurit.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Apalagi keluar dari kesatuan tanpa izin. Itu sudah melanggar kedisiplinan," ucapnya. Jhoni merupakan anggota TNI dari kesatuan Polisi Militer Angkatan Udara. Sedangkan, Dono dari kesatuan Polisi Militer Angkatan Darat.

Ia menjelaskan Jhoni memang telah mempunyai izin menggunakan senjata. Senjata yang digunakan untuk menembak Dono pun merupakan pistol dinas. "Kenapa dibawa keluar. Terus keluar menggunakan pakaian preman. Ini juga sedang diselidiki," katanya.
Simak juga :
Penembakan Anggota TNI Letkol Dono, Terduga Pelaku Tengah Mabuk

Kristomei menuturkan, pelaku telah diserahkan ke kesatuannya untuk diproses hukum. Penyidik pun masih terus bekerja untuk mengetahui penyebab sebenarnya penembakan tersebut. "Pelaku masih dalam keadaan mabuk dan namanya orang mabuk ditanya enggak fokus. Jadi biarkan pulih dulu."

Berdasarkan informasi awal yang didapatkan penyidik, Jhoni menembak korban lantaran tersinggung motornya diserempet mobil Letkol Dono. Jhoni pun langsung mengejar dan memberondong tembakan ke arah mobil korban. "Korban terkena di bagian pelipis dan punggung hingga tembus ke perut," ucapnya.

Imam Hamdi

Bergabung dengan Tempo sejak 2017, setelah dua tahun sebelumnya menjadi kontributor Tempo di Depok, Jawa Barat. Lulusan UPN Veteran Jakarta ini lama ditugaskan di Balai Kota DKI Jakarta dan mendalami isu-isu human interest.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus