Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Sidang Kekerasan Seksual, Agus Difabel Keluhkan Mobil Tahanan Ngebut Bikin Dirinya Muntah-muntah

Agus Difabel meminta agar mobil tahanan yang membawanya ke pengadilan tidak terlalu ngebut. Mengaku muntah-muntah.

3 Februari 2025 | 10.55 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Terdakwa Agus Difabel berdialog dengan tim pengacaranya sebelum persidangan lanjutan, 3 Februari 2025. Tempo/Abdul Latief Apriaman

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sidang perkara kasus kekerasan seksual dengan terdakwa I Wayan Agus Suartama (IWAS) atau Agus Difabel kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Senin, 3 Februari 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sebelum sidang digelar, Agus sempat mengeluhkan mobil tahanan yang terlalu ngebut, saat membawanya ke PN Mataram, "Kemarin sempat muntah-muntah," cerita Agus kepada tim pengacaranya. Merasa tak nyaman, Agus mengatakan sempat meminta sopir untuk mengurangi kecepatan,"Hari ini sudah pelan," kata Agus.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam persidangan hari ini, kedua orang tua Agus tidak terlihat di PN Mataram. "Ibu masih sakit," tutur Agus. Sementara ayahnya mengantar ibu menjalani perawatan di rumah sakit. Agenda persidangan ketiga bagi terdakwa Agus rencananya akan mendengar keterangan saksi.

Menurut Yan Mangandar, aktifis Komisi Disabilitas Daerah (KDD) NTB, sedianya sidang akan menghadirkan empat orang saksi namun hanya dua orang yang hadir. "Ada empat saksi yang dipanggil Jaksa tapi yang bisa hadir dua orang." kata Yan.

Dua orang saksi yang hadir adalah rekan dari korban MA, "Mestinya menyampaikan keterangan minggu lalu, tapi tidak jadi karena sudah kesorean," papar Yan. Sementara dua saksi lainnya adalah saksi korban yang hari ini berhalangan hadir.

Menurut rencana, persidangan kasus kekerasan seksual yang melibatkan Agus akan menghadirkan 15 orang saksi. Saat ini baru tiga orang saksi yang memberikan keterangan.

Seperti diketahui, kasus Agus mencuat setelah seorang mahasiswi berinisial AM melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Agus, pada Oktober 2024 silam. Agus membantah, bahkan melawan dengan melaporkan sebuah akun media sosial yang memposting kasusnya.

Belakang setelah bergulir, belasan korban bersuara dan melapor menjadi korban Agus. Berdasarkan data Komite Disabilitas Daerah (KDD) terdapat 17 orang korban Agus, beberapa diantaranya anak di bawah umur.

Atas dugaan itu Agus Difabel dijerat dengan Pasal 6 huruf C dan A junto pasal 15 ayat 1 huruf E undang-undang No. 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus