Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara akan membumihanguskan Jepang karena membeli rudal dari Amerika Serikat yang dicurigai untuk menyerang negara yang dipimpin Kim Jong Un itu. Pernyataan bernada ancaman itu dikeluarkan Korea Utara setelah Jepang menandatangani perjanjian pembelian rudal Amerika Serikat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kantor berita propaganda Korea Utara, Rodong Sinmum dalam artikel terbarunya menuduh Jepang bahwa secara langsung dan tidak langsung telah bersekongkol dalam histeria perang Washington.
Baca: Korea Utara: Kami Siap Perang Besar-Besaran Lawan AS
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Klaim Jepang bahwa akan membalas jika rudal balistik Korea Utara dan komponennya jatuh di daratannya telah membuat dunia tertawa. Tindakan reaksioner itu menambah bahaya perang nuklir di Semenanjung Korea," demikian lapor KCNA, seperti yang dilansir Express pada 17 Oktober 2017.
Pada awal Oktober ini, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui penjualan rudal senilai US$ 113 juta atau setara Rp 1,5 triliun ke Jepang.
"Ambisi militerisme Jepang merupakan tindakan sembrono yang akan membunuh dirinya sendiri. Jepang tidak boleh lupa dengan akibat dari provokasi perang tuannya (Amerika Serikat)," demikian lapor Rodong Sinmum.
Baca: 5 Tahapan Begitu Trump Perintahkan Serang Korea Utara
Ancaman juga diberikan setelah adanya rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan mengadakan pembicaraan dengan Kaisar Jepang Akihito dan Perdana Menteri Shinzo Abe bulan depan. Meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara akan menjadi agenda pembicaraan itu. Laporan itu juga menambahkan bahwa latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan telah menempatkan situasi Semenanjung Korea di ambang perang nuklir.
EXPRESS.UK|YON DEMA