Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selamat pagi, kawan Pal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kali ini saya akan bercerita tentang fosil. Potongan tulang dan tengkorak yang membatu selama berabad-abad itu menyimpan bukti tentang peradaban prasejarah dan evolusi. Indonesia, kau tahu, adalah tanah "subur" yang menyimpan banyak fosil-fosil itu.
Kau pasti ingat tentang fosil Pithecanthropus erectus, yang dijuluki sebagai Manusia Jawa. Fosil itu ditemukan paleontolog Belanda Eugene Dubois di Desa Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada sekitar 1890. Hampir satu setengah abad yang lampau. Fosil tengkorak itu menjadi terkenal di seluruh dunia karena dulu dianggap sebagai "mata rantai yang hilang" (missing link) dalam evolusi yang menghubungkan kera dan manusia.
Temuan Dubois itu kini ditinjau kembali oleh para ilmuwan dalam sebuah diskusi di Museum Nasional, Jakarta pada 17 Februari 2025. Museum itu juga untuk pertama kalinya menggelar pameran yang memajang fosil-fosil asli manusia purba yang selama ini tersimpan di berbagai museum. Kau jangan melewatkan kesempatan langka ini, kawan.
Temuan Dubois dibahas lagi setelah temuan berbagai fosil baru belakangan ini. Salah satu yang ramai dibicarakan adalah fosil yang ditemukan di Sungai Bodas, Desa Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Fosil itu diperkirakan berusia 1,8 juta tahun, lebih tua dari Pithecanthropus erectus, yang diperkirakan berusia 1,3-0,9 juta tahun. Dengan kata lain, fosil Bumiayu adalah fosil manusia purba tertua yang ditemukan di Indonesia hingga saat ini.
Kawan Pal.
Kami mengirim wartawan ke Bumiayu untuk melihat kondisi desa itu sejak temuan fosil tersebut. Desa itu kini ramai dikunjungi para ilmuwan, seperti paleontolog dan arkeolog. Mereka peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sedang melakukan penelitian lanjutan di kawasan itu.
Kawasan Bumiayu sangat menarik dan menantang. Bukan hanya karena temuan fosil-fosil manusia purba tapi juga flora dan manusia purba. Di sana ditemukan antara lain fosil gajah purba dan kura-kura raksasa. Kau bisa bayangkan bagaimana makhluk-makhluk itu dulu hidup di sana. Mungkin tak jauh beda dari apa yang digambarkan dalam film Jurassic Park.
Kami melaporkan perkembangan soal fosil ini dalam rubrik Selingan pekan ini. Kau akan membaca kondisi fosil Bumiayu dan juga Pithecanthropus erectus serta pembahasan oleh para ahli.
Kawan Pal.
Di balik tanah dan bebatuan Indonesia sudah lama tersimpan jejak peradaban tua Nusantara. Ketika Dubois menggali tanah-tanah di Sumatera dan Jawa dia menemukan banyak fosil yang berharga itu.
Tahukah kau bahwa Dubois telah mengoleksi sekitar 40.000 fosil dari Jawa, termasuk Pithecanthropus erectus. Semuanya dia angkut ke Negeri Belanda. Fosil itu kini masih tersimpan dengan baik di sana. Fosil Pithecanthropus erectus tersimpan di Museum Naturalis di Leiden.
Sudah lama pemerintah Indonesia menginginkan fosil-fosil itu, terutama Pithecanthropus erectus, kembali ke Tanah Air. Namun, mereka masih enggan untuk mengembalikannya dengan berbagai alasan. Tentu saja, fosil-fosil itu adalah benda berharga dan penting bagi ilmu pengetahuan.
Harga replika tengkorak Homo erectus, yang berusia 300.000-600.000 tahun yang lalu, sekitar US$ 422 atau hampir Rp 7 juta. Itu baru replikanya.
Pada 2010, fosil-fosil di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah pernah dicuri. Harganya saat itu diperkirakan sekitar US$ 2 juta atau Rp 32,6 miliar.
Bayangkan, berapa harga fosil Pithecanthropus erectus temuan Dubois yang terkenal itu sekarang?
Namun, kawan Pal, di mata ilmu pengetahuan fosil jauh lebih berharga. Dia bisa membuka mata kita tentang bagaimana evolusi terjadi dan seperti apa kehidupan purba di Nusantara dulu. Namun, yang lebih penting lagi, fosil-fosil Dubois itu dirampas dari bumi Indonesia sehingga sepatutnya Belanda mengembalikannya, bukan?
Salam.
Iwan Kurniawan
Redaktur Pelaksana Desk Jeda
Riwayat Fosil Manusia Purba Tertua dari Bumiayu
Fosil di Bumiayu menunjukkan manusia purba Indonesia lebih tua dari perkiraan. Hasil penelitian Eugene Dubois ditinjau kembali. Selengkapnya baca di sini
Alasan Fosil Manusia Jawa Belum Pulang ke Indonesia
Upaya memulangkan fosil Pithecanthropus erectus belum berhasil. Museum Belanda mempertanyakan keabsahan permintaan repatriasi. Baca di sini selengkapnya