Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nusa

Kebakaran di Gunung Lawu Capai 910 Hektare, Masuk Wilayah Karanganyar

Kebakaran hutan Gunung Lawu pada Senin siang, 2 Oktober 2023, telah merambah ke wilayah Kabupaten Karanganyar.

2 Oktober 2023 | 16.36 WIB

Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS
Perbesar
Ilustrasi kebakaran hutan. REUTERS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Karanganyar - Kebakaran hutan di Gunung Lawu pada Senin siang, 2 Oktober 2023, telah merambah ke wilayah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hal itu.diakui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Juli PH ketika dimintai konfirmasi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kondisi terakhir kebakaran memang sudah masuk wilayah Karanganyar," ungkap Juli melalui sambungan telepon, Senin, 2 Oktober 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Juli menyebut titik kebakaran hutan Gunung Lawu tersebar di wilayah tiga kecamatan yaitu Jenawi, Ngargoyoso, dan Tawangmangu. Ia menjelaskan kebakaran yang saat ini terjadi dengan api yang membentuk seperti cincin. 

Bencana itu telah membakar hingga tiga puncak. Adapun luasan lahan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 910 hektare. 

"Tiga puncak yang sudah terbakar itu Puncak Hargo Dumilah yang sudah habis, kemudian Puncak Hargo Dalem sudah sebagian, dan Puncak Hargo Tiling," tuturnya. 

Untuk langkah penanganan kebakaran, Juli menyatakan BPBD Karanganyar sudah mengadakan rakor dan sudah melakukan kegiatan ke gunung untuk mengantisipasi serta membuat batasan-batasan. Hal ini dilakukan agar api tidak terus meluas juga pergerakan lewat Cemoro Kandang Senin pagi tadi. 

Soal upaya pemadaman, Juli mengatakan BPBD Karanganyar juga menerjunkan sejumlah personelnya untuk terus memantau kondisi di lokasi kebakaran. Selain dari BPBD Karanganyar dengan jumlah sekitar 15 orang, juga bergabung dengan tim dari Polri, TNI, dan relawan.

"Untuk pemadaman api kita tetap melaksanakan. Ada yang naik beberapa personil ke sana dari berbagai elemen yaitu melaksanakan memadamkan semampunya artinya memakai alat seadanya dulu dan dibuat pilar-pilar," katanya. 

Namun Juli mengatakan dalam proses pemadaman mengalami kendala lantaran medan yang terlalu miring dan angin. Ia juga memastikan bencana itu tidak sampai menelan korban jiwa. Hanya ada tiga warung di kawasan hutan yang saat ini terbakar habis. Ia juga memastikan bencana itu tidak sampai mengganggu aktivitas warga karena titik lokasi kebakaran pun jauh dari pemukiman warga. 

"Warung Mbok Yem aman. Yang terbakar habis milik Mas Giyat, Mas Jenggot, dan Mas Wahyu," katanya.

SEPTHIA RYANTHIE 

 

 

Eko Ari Wibowo

Eko Ari Wibowo

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret. Bergabung dengan Tempo sejak 2005. Kini menulis tentang isu politik, kesra dan pendidikan. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus