Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Istana melobi partai koalisi untuk mencegah penggunaan hak angket kasus Jiwasraya.
Di hadapan partai koalisi, Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan skema penyelamatan Jiwasraya.
PDIP pun gencar melobi partai koalisi di DPR.
MEMBUKA pertemuan dengan koalisi partai pendukung pemerintah di Istana pada Selasa, 14 Januari lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan keinginannya menuntaskan perkara dugaan korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya Persero. Ia memastikan pengusutan perkara yang menurut Kejaksaan Agung mencapai Rp 13,7 triliun tersebut bakal terus berjalan. Presiden Jokowi juga berpesan agar duit nasabah Jiwasraya dikembalikan secara bertahap.
Menurut Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, yang hadir dalam pertemuan itu, Presiden kemudian mempersilakan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memaparkan skema penyelamatan Jiwasraya. “Erick menyampaikan konsep penyelesaian Jiwasraya,” ujar Lodewijk kepada Tempo, Kamis, 30 Januari lalu.
Lodewijk hadir mendampingi Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil Ketua Umum Golkar Azis Syamsuddin. Petinggi partai lain yang hadir di antaranya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri; Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar; pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suharso Monoarfa, beserta Sekretaris Jenderal Arsul Sani; Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto; dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah anak buahnya, seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis serta Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin juga terlihat dalam persamuhan yang dimulai pada pukul tiga siang itu. Tak hanya membahas Jiwasraya, pertemuan selama dua jam tersebut juga membahas persoalan lain, seperti omnibus law dan rencana pemindahan ibu kota.
Dua peserta pertemuan mengatakan Erick menyampaikan rencana pembentukan holding asuransi Jiwasraya. Dengan strategi tersebut, diharapkan bisa terkumpul dana awal dari sejumlah investor Rp 2-3 triliun. Dana itu akan digunakan untuk mengembalikan duit nasabah. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo secara terpisah menuturkan ada tiga calon investor dari luar Indonesia dan satu calon dari dalam negeri yang berminat menyehatkan Jiwasraya. Namun Kartika masih menyimpan rapat nama investor tersebut. “Jangan sebut nama, nanti mereka takut,” ujarnya, Kamis, 16 Januari lalu.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo