Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan ribuan ekor sapi yang diimpor dari Australia tidak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Kepala Barantin Sahat M. Panggabean mengatakan 2.797 ekor sapi yang dikirim pada akhir 2024 itu telah diperiksa dan dipastikan sehat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Yang masuk ke Indonesia kami benar-benar jamin bebas penyakit PMK dan juga LSD," ujar Sahat saat ditemui usai pembukaan Rapat Kerja Nasional Barantin di Mercure Convention Centre AncoL, Jakarta, pada Rabu, 16 Januari 2025. Sapi-sapi itu kini dikarantina di Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Tangerang usai melewati sejumlah proses pengecekan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sahat berujar Barantin telah mengecek berulang hingga memvaksin sapi-sapi tersebut. Ia juga menyatakan 2.797 ekor sapi itu disiapkan untuk kebutuhan jelang Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada Ahad, 30 Maret 2025. "Yang masuk akhir tahun kemarin itu umumnya untuk konsumsi nanti di Lebaran," kata Sahat menegaskan.
Selain dikarantina dan divaksin, Barantin menerapkan biosekuriti terhadap seluruh populasi sapi impor. Barantin mencatat, sapi bakalan Australia yang masuk ke Indonesia sepanjang 2024 mencapai 487.452 ekor. Sapi itu masuk melalui berbagai tempat pemasukan, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Panjang, Lampung, Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, dan Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
Dalam proses karantina importasi sapi, Barantin biasanya menempuh proses di beberapa tahap seperti pre border, at border dan post border. Deputi Bidang Karantina Hewan Sriyanto mengatakan tindakan karantina di tempat pemasukan (at border) meliputi pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen, pemeriksaan fisik saat tiba di pelabuhan serta melakukan pengasingan dan pengamatan termasuk pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium saat sapi dikarantina di IKH.
Sementara itu, Sahat mengatakan tindakan karantina pre-border dilakukan di negara asal, yaitu Australia pada pertengahan 2024. Langkah ini untuk memastikan hewan berasal dari daerah yang bebas penyakit, dipelihara sesuai standar kesehatan dan bebas dari penyakit karantina, juga melalui analisis risiko yang mendalam.