Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Bos GoJek Permudah Isi Ulang GoPay, Ini Caranya

Bos GoJek mengatakan layanan GoPay makin banyak dipilih masyarakat. Banyak yang tak memiliki rekening bank bisa mengisi ulang GoPay.

26 Oktober 2017 | 16.12 WIB

CEO GO-JEK, Nadiem Makarim, mengadiri HUT Tempo Media Grup yang ke-46 di Kantor Tempo, Jakarta, 6 Maret 2017. TEMPO/Subekti.
Perbesar
CEO GO-JEK, Nadiem Makarim, mengadiri HUT Tempo Media Grup yang ke-46 di Kantor Tempo, Jakarta, 6 Maret 2017. TEMPO/Subekti.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta -CEO GoJek Indonesia Nadiem Makarim mengatakan layanan uang elektronik GoPay semakin banyak dipilih pengguna. Sebanyak 55 persen transaksi di GoJek sudah menggunakan GoPay.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Ini karena banyak konsumen yang lebih nyaman pakai GoPay," kata dia dalam seminar di acara Hari Oeang di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017. Dia menuturkan kunci transisi transaksi dari tunai ke non tunai adalah kenyamanan, bukan masalah biaya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Untuk menjamin kenyamanan, penyedia layanan pembayaran harus memberikan kemudahan isi ulang. Nadiem menuturkan penyedia jasa harus menggandeng banyak pihak, seperti perbankan dan lembaga switching.

Selain berguna bagi konsumen, kerja sama tersebut membantu pengemudi mengakses layanan perbankan. Pasalnya data keuangan mereka terekam dengan jelas sehingga bank bisa mempercayai pengemudi.

Dampak dari kerja sama tersebut adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap perbankan. Saat ini baru 35 persen masyarakat Indonesia yang tercatat memiliki akun bank. Jangankan kartu kredit, penggunaan kartu debet saja masih belum banyak dimanfaatkan. Menurut Nadiem, masyarakat lebih senang menarik uang dengan kartu debet lalu menggunakan uang itu untuk bertransaksi.

Selain menyediakan fasilitas isi ulang melalui perbankan, Nadiem mengatakan pihaknya juga berinovasi dengan kemudahan lainnya. GoPay bisa diisi melalui pengemudi dengan hanya menyerahkan uang tunai. "Ini karena masih banyak orang Indonesia yang senang menggunakan uang tunai," ujarnya.

Nadiem mengatakan, kriteria suksesnya bisnis pembayaran semacam GoPay tak hanya itu. Penyedia jasa harus memastikan kemudahan pembayaran dan tingkat kesuksesan yang tinggi saat transaksi. Transaksi yang sering gagal tidak akan disukai pelanggan.

Vindry Florentin

Vindry Florentin

Lulus dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran tahun 2015 dan bergabung dengan Tempo di tahun yang sama. Kini meliput isu seputar ekonomi dan bisnis. Salah satu host siniar Jelasin Dong! di YouTube Tempodotco

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus