Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Yogyakarta Hujan Lebat, BMKG Beri Peringatan Hujan Petir di Destinasi Wisata

BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini ke sejumlah destinasi wisata yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir sepanjang pekan ini.

18 Oktober 2021 | 21.50 WIB

Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA
Perbesar
Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Yogyakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini ke sejumlah destinasi wisata yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir sepanjang pekan ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Kepala Stasiun Geofisika Sleman Yogyakarta, Ikhsan mengatakan, kawasan wisata di sekitar Kaliurang - Gunung Merapi berpotensi hujan deras disertai petir hingga Selasa besok, 19 Oktober 2021. "Hujan deras disertai petir di kawasan Merapi besar kemungkinan terjadi pada saat siang hari," kata Ikhsan pada Senin, 18 Oktober 2021.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pada pagi dan malam, potensi guyuran hujan di kawasan Gunung Merapi dalam intensitas ringan sampai sedang. Untuk area Malioboro, perbukitan Menoreh, pantai selatan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul, juga berpotensi hujan ringan dari pagi hingga petang.

Adapun di kawasan Candi Prambanan, perbatasan Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, hujan intensitas ringan diprediksi terjadi pada siang hari. Berkebalikan dengan kawasan pantai selatan di Kabupaten Gunungkidul, seperti Wediombo, yang justru berpotensi hujan pada pagi dan malam harinya.

Bagi wisatawan atau masyarakat yang sedang berpergian ke Yogyakarta, BMKG juga
mengeluarkan peringatan dini, bahwa potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang bisa meluas. Adapun beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan disertai petir itu mulai dari Kabupaten Kulon Progo, khususnya di Kecamatan Pengasih, Kokap, dan Nanggulan.

Di Kabupaten Gunungkidul, potensi hujan ada di Kecamatan Nglipar, Playen, Patuk, Ngawen, dan Gedangsari. Sementara di Kabupaten Sleman, potensi hujan deras ada di Kecamatan Ngemplak, Sleman, Tempel, Turi, dan Pakem.

Kondisi itu bisa meluas di wilayah Kota Yogyakarta, yakni Kecamatan Kraton, Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, Gondomanan, Pakualaman, Mergangsan, dan Umbulharjo. Sedangkan di Kabupaten Kulon Progo, perkiraan hujan mencakup Kecamatan Temon, Wates, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang. Di Kabupaten Bantul, wilayah Kecamatan Imogiri, Dlingo, dan Kasihan.

Kepala Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan, dengan status Gunung Merapi masih di Level III atau Siaga, masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya di musim hujan ini.

"Masyarakat perlu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," kata dia. Hanik merekomendasikan pelaku wisata tidak melakukan kegiatan di daerah berpotensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca juga:
Pemerintah Perpanjang PPKM, Sultan Yogyakarta Malah Khawatir Kalau PPKM Level 2

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Rini Kustiani

Rini Kustiani

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus