Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Fenomena Perang Sarung Jelang Sahur Kian Marak

Fenomena perang sarung kian marak. Belasan remaja ditangkap polisi saat hendak melakukan perang sarung menjelang sahur.

26 Maret 2023 | 08.39 WIB

Polisi menangkap 13 remaja di Jalan Pasar Kecapi, Jatiwarna, Kota Bekasi pada Sabtu dini hari, 25 April 2020 sekitar pukul 02.30 karena diduga berniat tawuran. Foto : Polsek Pondok Gede
Perbesar
Polisi menangkap 13 remaja di Jalan Pasar Kecapi, Jatiwarna, Kota Bekasi pada Sabtu dini hari, 25 April 2020 sekitar pukul 02.30 karena diduga berniat tawuran. Foto : Polsek Pondok Gede

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta – Fenomena perang sarung menjelang sahur semakin marak saja baru-baru ini. Entah siapa dan darimana asal muasalnya, perang sarung seakan terjadi serempak di beberapa kota di Indonesia. Sarung yang berisikan batu itu digunakan untuk perang atau tawuran antar-remaja. Berdasarkan catatan Tempo, perang sarung terjadi Solo, Jawa Tengah, Tangerang dan Jagakarsa, Jakarta.

Perang sarung di Solo

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo menangkap 14 remaja yang hendak melakukan perang sarung di perempatan Gading Kota Solo, Sabtu dini hari, 25 Maret 2023. Para ABG alias anak baru gede itu hendak beraksi pada sekitar pukul 02.45 WIB.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kasat Samapta Komisaris Polisi Arfian Riski Dwi Wibowo membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi Tempo.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Memang benar pada Sabtu dini hari tadi personel Tim Sparta Sat Samapta Polresta Solo telah mengamankan sebanyak 14 ABG yang hendak perang sarung di perempatan Gading Solo," ujar Arfian, mewakili Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Komisaris Besar Polisi Iwan Saktiadi, Sabtu, 25 Maret 2023.

Ia menjelaskan, penangkapan 14 remaja itu oleh Tim Sparta menindaklanjuti aduan masyarakat melalui call center bahwa ada sekelompok pemuda hendak perang sarung di perempatan Gading.

"Dari aduan masyarakat yang masuk lewat call center itu, selanjutnya Tim Sparta menuju lokasi sesuai informasi dari masyarakat tersebut. Memang benar di lokasi ditemukan 14 ABG tersebut berikut sarung yang sudah dimodifikasi yang dipersiapkan untuk dipakai dalam ajang perang sarung,” tutur Arfian. 

 “Sebanyak 14 ABG itu kemudian dibawa ke Mapolresta Solo untuk didata namanya dan diberikan imbauan dan penekanan agar tidak mengulangi perbuatannya karena dapat merugikan orang lain dan diri sendiri yang berakibat fatal," katanya.

Setelah mendapatkan imbauan, lanjut dia, sebanyak 14 remaja itu selanjutnya dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Selanjutnya: Perang sarung di Tangerang

Perang sarung di Tangerang

Aksi perang sarung juga dilakukan sekelompok remaja di Kecamatan Cibodas dan Periuk, Kota Tangerang. Sebanyak 17 remaja ditangkap ketika akan melakukan aksi tawuran menjelang sahur. 

Kapolres Tangerang Kota Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho mengatakan ke-17 remaja tersebut ditangkap oleh petugas patroli mobile gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) di wilayah hukum Polsek Jatiuwung. 

"Dalam giat patroli Jumat 24 Maret pukul 01.30 WIB dinihari, petugas mendapati sekumpulan anak remaja diduga hendak melakukan tawuran/perang sarung," kata Zain Sabtu 25 Maret 2023. 

Zain mengatakan, saat menangkap para remaja itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa sarung yang dimodifikasi dengan diikat simpul pada bagian ujung sarung para pelaku."Barang bukti yang kami amankan berupa 11 unit sepeda motor, sejumlah sarung yang sudah dimodifikasi," katanya.

Perang sarung di Jakarta

Perang sarung juga terjadi di Jalan Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 24 Maret 2023 pukul 21.45 WIB. Dua kelompok remaja yang bergerombol saling serang menggunakan sarung.

“Tawuran dan berteriak-teriak. (Perang) Dengan menggunakan sarung yang ujungnya diikat batu,” kata Kepala Polisi Sektor Jagakarsa Komisaris Multazam Lisendra dalam keterangan resminya, Sabtu, 25 Maret 2023.

Multazam menuturkan pihaknya menerima laporan dari ketua RW dan RT setempat setelah warga membubarkan tawuran dan menangkap para remaja-remaja itu. Sebanyak 15 remaja ditangkap atas perang sarung jelang sahur tersebut masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Multazam mengatakan sejumlah remaja terdata sebagai warga Cilandak, sementara lainnya bertempat tinggal di asrama Cilandak Timur.

Polisi menyita 8 unit gawai, 1 buah sangkur, 6 kunci sepeda motor, 3 sarung yang ujungnya diikat batu dan 8 unit sepeda motor usai menangkap para remaja yang tawuran ini.

SEPTIA RYANTHIE | JONIANSYAH | DESTY LUTHFIANI

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus