Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kusyanto berharap tak ada lagi kejadian salah tangkap oleh aparat penegak hukum seperti yang dia alami. Warga yang sehari-hari bekerja mencari bekicot tersebut jadi korban salah tangkap oleh anggota polisi di Desa Suru Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan pada Ahad, 2 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Semoga kejadian kasus ini tidak terulang lagi," kata Kusyanto melalui pesan singkat pada Senin, 10 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala Kepolisian Resor Grobogan juga telah datang menemuinya. "Sudah didamaikan Pak Kapolres secara langsung di rumah saya," ujar dia.
Kusyanto juga berterima kasih kepada masyarakat yang turut bersimpati atas kejadian tersebut. "Terima kasih kepada wartawan atas bantuan dan perhatian," sebutnya.
Awalnya Kusyanto tengah beristirahat di sekitar lokasi langganannya berburu bekicot tersebut. Ketika sedang ngaso dia ditangkap dan dibawa ke rumah warga untuk dimintai keterangan. Vidio Kusyanto sedang diinterogasi viral di media sosial.
Selanjutnya, Kusyanto dibawa ke Markas Kepolisian Sektor Geyer. Dia lantas dibebaskan lantaran polisi tak punya bukti untuk menjeratnya.
Kepala Kepolisian Resor Grobogan, Ajun Komisaris Besar Ike Yulianto, menyebut awalnya polisi berpangkat Ajun Inspektur Dua inisial IR mendapat laporan dari warga. "Anggota tersebut ditelpon warga, ada yang dicurigai melakukan pencurian. Jadi dapat penyerahan dari warga," katanya.
Menurut dia, di wilayah tersebut kerap terjadi pencurian alat untuk mengairi lahan pertanian tersebut. "Karena sekitar tempat tersebut sering kehilangan pompa air ataupun onderdil," ujar Ike.
Kini anggota polisi yang diduga melakukan salah tangkap dan mengintimidasi Kusyanto agar mengaku telah ditangani oleh institusinya. "Untuk anggota saat ini kami patsuskan sampai pemeriksaan kami lengkap," tutur Ike.