Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi mendeteksi adanya aliran uang judi online dari Indonesia ke luar negeri. Aliran duit itu misalnya mengalir ke Thailand, Kamboja dan Filipina.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Dari pantauan PPATK, aliran dana yang terindikasi judi online mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Kamboja, Filipina,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana lewat keterangan tertulis, Senin, 22 Agustus 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ivan mengatakan telah berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan di negara-negara tersebut terkait aliran duit judi online. Selain negara Asia Tenggara, Ivan mengatakan aliran uang judi online terindikasi juga mengalir ke negara-negara surga pajak.
“Oleh sebab itu, ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk menelusuri aset yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah pert ahunnya dan membawanya kembali ke Indonesia,” kata dia.
Ivan menuturkan PPATK sudah melaporkan 25 kasus judi online ke penegak hukum sejak 2019-2022. Menurut dia, PPATK melakukan pelaporan serupa untuk periode sebelumnya dengan nilai yang sangat fantastis.
Menurut dia, pelaku judi online sangat piawai menghilangkan jejak menggunakan teknologi. “Mereka kerap melakukan pergantian situs judi online baru, berpindah-pindah dan berganti rekening. Bahkan menyatukan hasil judi online tersebut dengan bisnis yang sah,” kata Ivan.
Isu mengenai judi online mencuat beriringan dengan kasus pembunuhan yang disangka dilakukan Irjen Ferdy Sambo. Di media sosial, beredar diagram yang menunjukkan jejaring anggota kepolisian yang disebut Konsorsium 303. Sambo disebut berada di pucuk diagram tersebut sebagai kaisar.
Isu soal Irjen Ferdy Sambo sebagai kaisar Konsorsium 303 direspons oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia langsung meminta seluruh jajarannya menindak segala bentuk kejahatan pelanggaran tindak pidana yang meresahkan masyarakat mulai dari peredaran gelap narkoba hingga perjudian.
"Mulai dari peredaran narkotika, perjudian baik konvensional ataupun online, adanya pungutan liar (pungli), Ilegal minning, penyalahgunaan BBM dan LPG, sikap arogan hingga adanya keberpihakan anggota dalam menangani permasalahan hukum di masyarakat," kata Sigit dalam kegiatan video conference kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran seluruh Indonesia, Kamis, 18 Agustus 2022.