Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - China sedang membangun kemampuan yang menempatkan sebagian besar aset luar angkasa Amerika Serikat dalam risiko, kata Komandan Komando Luar Angkasa AS. Jenderal James H. Dickinson.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tertinggal secara historis di wilayah yang didominasi oleh Amerika Serikat dan Rusia, Beijing telah membuat kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir termasuk uji rudal anti-satelit pada 2007, sehingga membuat khawatir Washington dan negara-negara Barat lainnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Mereka terus membangun dan membangun kemampuan yang benar-benar, sejujurnya, menahan sebagian besar aset kami dalam risiko di domain luar angkasa. Ini benar-benar kemajuan jika Anda mau tahu kemampuan mereka,” kata Dickinson, Jumat, 9 Desember 2022
"Pemahaman mereka (adalah) bahwa ruang angkasa adalah bagian yang sangat penting tidak hanya untuk lingkungan ekonomi atau ekonomi global mereka, tetapi juga militer. Kami terus mengamatinya dengan sangat cermat saat mereka terus meningkatkan kemampuan."
China mengatakan program luar angkasanya untuk tujuan damai.
Tiga astronot China mendarat di bumi pada hari Minggu di atas kapsul re-entry pesawat ruang angkasa Shenzhou-14 mengakhiri misi enam bulan di stasiun luar angkasa China, demikian menurut stasiun penyiaran negara CCTV.
Stasiun tersebut mewakili tonggak penting dalam program luar angkasa berawak tiga dekade China, yang pertama kali disetujui pada tahun 1992. Ini juga menandai dimulainya tempat tinggal permanen China di luar angkasa.
Dickinson mengatakan komandonya, bersama dengan Komando Indo-Pasifik AS, difokuskan pada tantangan dari China.
“Sikap terpadu oleh sekutu dan mitra sangat penting untuk melawan paksaan dan subversi yang mengancam tatanan berbasis aturan internasional di Indo-Pasifik dan sekitarnya,” katanya.
REUTERS