Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Badan Gizi Nasional Akan Biayai Pengobatan Siswa yang Keracunan Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan SPPG akan bertanggung jawab atas keracunan makan bergizi gratis yang menimpa murid di daerah.

28 Februari 2025 | 18.38 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat , 24 Februari 2025. Tempo/Hendrik Yaputra
Perbesar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat , 24 Februari 2025. Tempo/Hendrik Yaputra

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN Dadan Hindayana mengatakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan bertanggung jawab kepada siswa yang keracunan makan bergizi gratis (MBG). Kepala SPPG, kata Dadan, akan menanggung biaya pengobatan bila ada siswa yang keracunan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Nanti (anak yang keracunan karena MBG) ditanggung (biaya pengobatan) sama kepala satuan pelayanan," kata Dadan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat 28 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dadan menjelaskan, setiap SPPG memiliki anggaran bahan baku dan anggaran operasional. Anggaran operasional yang akan digunakan untuk membiayai siswa yang sakit. "Jadi sifatnya add cost untuk menanggulangi hal-hal yang seperti itu," kata dia.

Menurut Dadan, sejumlah kasus keracunan di berbagai daerah itu akan dievaluasi. Evaluasi penting supaya kualitas makanan tetap terjaga.

Dia mengatakan, kasus belum matang makanan kebanyakan terjadi pada SPPG baru. Badan Gizi Nasional sebetulnya memiliki standar operasional prosedur supaya SPPG baru tidak langsung menyiapkan porsi makanan dengan jumlah besar. BGN akan meminta SPPG untuk menyiapkan makanan secara bertahap.

"Misal target 3.000. Di hari pertama bisa mulai dari 150, naik 500, naik 1.000, naik 1500. Karena terus terang yang seperti ini butuh pembiasaan," kata dia.

Program Makan Bergizi Gratis kembali menyebabkan keracunan setelah sebelumnya juga terjadi pada pertengahan Januari lalu. Kali ini kejadiannya dalam dua hari berturut-turut, yakni di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan dan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Empat Lawang, delapan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tebing Tinggi mengalami sakit perut usai menyantap menu MBG kloter ketiga yang diluncurkan pada Senin, 17 Febuari 2025. Sedangkan keracunan makanan MBG di Sumba Timur terjadi pada Selasa, 18 Februari 202, menyebabkan 29 murid SD Katolik Andaluri dilarikan ke Puskesmas.

Yuni Rohmawati dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Hendrik Yaputra

Hendrik Yaputra

Bergabung dengan Tempo pada 2023. Lulusan Universitas Negeri Jakarta ini banyak meliput isu pendidikan dan konflik agraria.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus