Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto enggan memberikan keterangan terkait penyelesaian pembayaran tunjangan kinerja atau tukin bagi dosen ASN untuk lima tahun ke belakang. Ia menyatakan pihaknya akan memfokuskan pembayaran tukin dosen tahun ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Jadi kita fokus dulu tukin yang (tahun) ini gitu ya, saya ingin memastikan, kami dengan teman-teman di Kementerian, tadi juga dari Komisi X meminta, ini pasti harus cair,” kata Brian saat ditemui di Komplek Parlemen DPR, Jakarta Pusat usai mengikuti rapat tertutup dengan Komisi X DPR RI, Rabu, 26 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Brian mengatakan Kementerian Keuangan juga telah menyepakati dana yang diajukan pihaknya, sehingga fokus utama Kemendiktisaintek saat ini adalah memastikan mekanisme terbaik pembayaran. “Jangan sampai nanti persiapannya, karena pertama kali ya, tunjangan kinerja kan perlu dinilai dan sebagainya, perlu data-data dan sebagainya, itu jangan sampai menghambat. Anggarannya sudah oke, tinggal masalah teknis bagaimana penerapannya,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek Togar M. Simatupang menegaskan bahwa anggaran untuk tukin dosen di tahun ini bersifat tambahan, karena belum termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Kemendiktisaintek. Ia menyebut estimasi pembayaran tukin untuk dosen ASN akan dimulai pada pertengahan tahun ini. “Ini kan tambahan, ya kan? Nah itu tambahan. Estimasinya ya pertengahan tahun lah. Estimasi,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Beberapa waktu sebelumnya, Kemendiktisaintek mengajukan anggaran untuk tukin bagi dosen ASN pada 2025, yang telah disetujui nominalnya sebesar Rp 2,5 triliun oleh Badan Anggaran DPR dan Kementerian Keuangan. Hal ini sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Lalu Hadrian Irfani usai mengadakan rapat dengan Kemendiktisaintek yang saat itu masih berada di bawah pimpinan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Menurut Lalu, dengan total anggaran tersebut, ada 33.957 dosen ASN yang akan menerima pembayaran tukin “Bahwa Kementerian Keuangan, pemerintahan Pak Prabowo Subianto sudah menganggarkan tukin tahun 2025 terbayarkan Rp 2,5 triliun. Sebanyak 33.957 dosen kita yang akan dibayarkan tukin,” kata dia, di Komplek Parlemen DPR, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2025.