Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Jokowi Perintahkan Jemaah Haji yang Baru Pulang untuk Vaksinasi Booster

Jokowi mewajibkan seluruh jemaah haji yang baru pulang ke Indonesia untuk melakukan vaksinasi booster.

18 Juli 2022 | 16.39 WIB

JAmaah haji kloter pertama asal Jawa Barat melakukan sujud syukur setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 16 Juli 2022 dini hari. Kloter pertama haji asal Jawa Barat dan kloter pertama DKI Jakarta sudah tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Perbesar
JAmaah haji kloter pertama asal Jawa Barat melakukan sujud syukur setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 16 Juli 2022 dini hari. Kloter pertama haji asal Jawa Barat dan kloter pertama DKI Jakarta sudah tiba di tanah air usai menunaikan rangkaian ibadah haji. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewajibkan seluruh jemaah haji yang baru pulang ke Indonesia untuk melakukan vaksinasi booster. Hal tersebut Jokowi sampaikan melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat terbatas siang ini.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Bapak Presiden memberikan arahan untuk semua jemaah haji yang baru pulang dan belum di-booster diminta sambil menunggu di Asrama Haji, sebelum dijemput oleh keluarganya bisa di-booster," ujar Budi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 18 Juli 2022. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Arahan untuk vaksinasi booster ini dilakukan seiring temuan Kementrian Kesehatan tentang subvarian Covid-19, yakni BA.4 dan BA.5 yang bisa menginfeksi masyarakat yang telah divaksin. Selain itu, Budi mengatakan fatalitas subvarian ini cukup tinggi untuk masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

"Beberapa kegiatan masyarakat nanti akan kami minta agar diwajibkan vaksinasi booster dengan tujuan untuk melindungi masyarakat, kalau terkena jangan sampai masuk rumah sakit dan jangan sampai wafat," kata Budi.

Sementara itu Airlangga Hartarto menjelaskan dari hasil evaluasi pekan ini, kasus penularan Covid-19 di Indonesia masih terbilang cukup rendah dibandingkan negara lain. Ia mencontohkan di Amerika kasus penularan mencapai 134 ribu kasus, Australia 40 ribu kasus, India 18 ribu kasus, Perancis 90 ribu kasus, Singapura 9 ribu kasus, dan Indonesia 3.240 kasus.

Selain itu, penularan subvarian Covid-19, yakni BA.4 dan BA.5 masih berada di tingkat 8/25 orang per 100 ribu. Angka ini masih berada di bawah standar WHO, yakni 20 orang per 100 ribu. 

"Jadi sesuai dengan level WHO, kita masih di level 1. Dari tingkat reproduksi efektif relatif melandai dalam 3 minggu terakhir dari 1,27 turun 1,26 dan 1,24," kata Airlangga. 

 

 

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus