Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Kata Kepala BKKBN Soal Seruan Gubernur Bali Agar KB 4 Anak

Kepala BKKBN akan berbincang dengan Gubernur Bali I Wayan Koster soal seruan agar masyarakat di Pulau Dewata punya 4 anak.

4 Juli 2019 | 07.15 WIB

Gubernur Bali I Wayan Koster (dua dari kiri) mengangkat lampion sebagai tanda pembukaan Festival Balingkang Kintamani pada Rabu, 6 Februari 2019. Acara ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. TEMPO | Made Argawa
Perbesar
Gubernur Bali I Wayan Koster (dua dari kiri) mengangkat lampion sebagai tanda pembukaan Festival Balingkang Kintamani pada Rabu, 6 Februari 2019. Acara ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. TEMPO | Made Argawa

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan akan berkomunikasi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster mengenai program Keluarga Berencana dengan empat anak bagi masyarakat Bali.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Saya akan segera komunikasikan dengan Bapak Gubernur. Saya akan diskusi dulu, mendengar dulu," kata Hasto kepada Tempo, Rabu, 3 Juli 2019.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengampanyekan program Keluarga Berencana (KB) dengan empat anak. Menurut tradisi Bali, anak pertama hingga keempat berturut-turut diberi nama Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut. Namun, menurut Gubernur, sekarang semakin sedikit warga Bali yang bernama Nyoman dan Ketut karena anjuran memiliki dua anak sesuai program KB.

Hasto mengaku belum menjadwalkan pertemuan dengan Koster. Pasalnya, BKKBN kini tengah fokus pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI di Kalimantan Selatan. Karena itu, ia pun belum mau menyampaikan lebih jauh tanggapannya atas rencana Koster.

Namun, Hasto menilai bahwa semua daerah membutuhkan program KB dan menjadi akseptor KB atau anggota masyarakat yang mengikuti gerakan menggunakan alat kontrasepsi. Ia juga menjelaskan bahwa kependudukan merupakan sebuah struktur dalam pembangunan nasional yang harus dijaga proporsinya dari segi rentang usia.

BKKBN saat ini sedang mengupayakan penurunan angka kelahiran pada wanita subur atau fertility rate. Tujuannya ialah untuk menjaga bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada 2030. Bonus demografi adalah besarnya penduduk usia produktif antara 15-64 tahun.

Friski Riana

Lulus dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana pada 2013. Bergabung dengan Tempo pada 2015 di desk hukum. Kini menulis untuk desk jeda yang mencakup isu gaya hidup, hobi, dan tren. Pernah terlibat dalam proyek liputan Round Earth Media dari International Women’s Media Foundation dan menulis tentang tantangan berkarier para difabel.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus