Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa sekolah di negara bagian Nevada, Amerika Serikat, mulai menerapkan kelas multi-bahasa berupa penggunaan bahasa isyarat American Sign Language. Selain menggunakan bahasa isyarat di kelas, para siswa juga haus mengambil kelas bahasa isyarat sebagai mata pelajaran wajib.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dengan begitu, siswa non-difabel dengan siswa tulis dapat berkomunikasi satu sama lain. "Program ini berlaku untuk siswa dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas," kata Marva Cleben, Direktur Layanan Disabilitas di Distrik Lyon County, Nevada, Amerika Serikat seperti yang dikutip dari situs Reno Gazette Journal pada Jumat, 1 Mei 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kelas inklusi bahasa isyarat itu diterapkan pada sekolah-sekolah di Distrik Lyon County untuk mengakomodasi sekitar tujuh siswa tuli. Para siswa berkebutuhan khusus itu menempuh pendidikan di berbagai tingkatan sekolah.
Mentor Tuli yang juga Advokat Remaja dan Keluarga dari Nevada Utara, Casey McCullough mengatakan target kelas inklusi ini adalah mengakselerasi kemampuan berbahasa siswa tuli dengan siswa lain. Kelas bahasa isyarat yang melibatkan juru bahasa isyarat menargetkan siswa non-difabel dapat berkomunikasi dengan siswa tuli.
"Banyak siswa dari kelompok tuli atau hard of hearing yang merasa terkucilkan dari teman-temannya karena kesulitan berkomunikasi," kata Casey McCullough. "Program ini adalah satu langkah yang baik untuk menghapus batasan tersebut."
Departemen Pendidikan Negara Bagian Nevada mendukung program kelas inklusi di Distrik Lyon County tersebut. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional, membayar gaji juru bahasa isyarat, dan membeli peralatan pendukung dalam kelas bahasa isyarat.