Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Politik

PDIP: Polri Harus Menunjukkan Jati Diri Jadi Contoh Terbaik Budaya Tertib Hukum

Sekjen PDIP meniliai DPR telah menjalankan fungsi pengawasan untuk perbaikan kerja kepolisian secara menyeluruh termasuk dalam kasus Brigadir J

25 Agustus 2022 | 06.51 WIB

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto (kanan) mengisi buku tamu saat akan mendaftarkan partai politik tersebut sebagai calon peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin 1 Agustus 2022. PDI Perjuangan sebagai partai politik pertama yang mendaftarkan diri untuk calon peserta Pemilu tahun 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Perbesar
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto (kanan) mengisi buku tamu saat akan mendaftarkan partai politik tersebut sebagai calon peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin 1 Agustus 2022. PDI Perjuangan sebagai partai politik pertama yang mendaftarkan diri untuk calon peserta Pemilu tahun 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menanggapi soal rapat dengar pendapat antara Kapolri dengan Komisi III DPR RI. Menurutnya DPR telah menjalankan fungsi pengawasan untuk perbaikan kerja kepolisian secara menyeluruh.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Polri juga memiliki tugas untuk membangun ketertiban di masyarakat, apalagi dalam aspek penegakan hukum.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Sehingga Polri harus menunjukkan jati dirinya sebagai contoh terbaik di dalam membangun budaya dan tertib hukum tersebut," ujarnya saat ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 23 Agustus 2022.

Hasto menegaskan bahwa setiap warga negara dalam posisi sama di mata hukum. Apalagi saat ini yang sedang berperkara adalah dari internal Polri sendiri, yaitu Inspektur Jenderal Ferdy Sambo yang menjadi tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Polri, kata Hasto, sebagai institusi yang memiliki tugas di dalam membangun tertib hukum untuk membangun keamanan dan ketertiban masyarakat. Maka dari itu agar selanjutnya fungsi kepolisian dapat berjalan sebaik mungkin.

"Sehingga fungsi-fungsi ideal dari Polri dapat berjalan dengan sebaik-baiknya dan dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat Indonesia," tuturnya.

Komisi III DPR mengundang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat dengar pendapat soal kasus pembunuhan Brigadir J. Sigit mengungkapkan dihadapan para legislator bahwa tim khusus bentukannya telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.

Selain itu, tim Inspektorat Khusus juga telah memeriksa 97 personel terkait dengan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus Brigadir J. Dari jumlah itu, 35 orang diantaranya diduga melakukan pelanggaran.

Para anggota dewan juga mempertanyakan bagaimana Ferdy Sambo bisa melakukan aksinya hingga kasus ini berjalan lama dan menyeret banyak anggota Polri. Lalu Sigit juga ditanyakan mengenai isu Konsorsium 303 yang diduga sebagai aliran judi yang dikendalikan oleh Sambo dan sejumlah personel.

"Terkait dengan beberapa pertanyaan khususnya dengan masalah chart (diagram) yang tadi memunculkan apakah betul Kaisar Sambo dan gengnya terkait dengan masalah konsorsium demikian dengan chart lain, kami sedang melakukan pendalaman," kata Kapolri Sigit dalam rapat dengar pendapat di Komplek Parlemen, Rabu 24 Agustus 2022.

M. Faiz Zaki

Menjadi wartawan di Tempo sejak 2022. Lulus dari Program Studi Antropologi Universitas Airlangga Surabaya. Biasa meliput isu hukum dan kriminal.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus