Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Parameter Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru perihal peta elektoral calon Gubernur Jakarta 2024 pada Selasa, 29 Oktober 2024. Dalam survei ini, pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono memperoleh elektabilitas tertinggi dibanding dua calon lainnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Setidaknya ada 1.200 penduduk Jakarta berusia minimal 17 tahun menjadi responden dalam survei ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Data seribuan responden diambil melalui metode wawancara tatap muka, dengan menggunakan kuesioner oleh surveyor. Pengambilan data dilakukan pada 21 sampai 25 Oktober 2024.
Berdasarkan hasil survei Parameter Politik Indonesia, Ridwan Kamil-Suswono mendapat elektabilitas sebesar 47,8 persen. Pesaing terdekat pasangan calon yang diusung Koalisi Indonesia Maju atau KIM Plus itu ialah Pramono Anung-Rano Karno.
Pasangan calon nomor urut 3 yang diusung PDIP dan Partai Hanura ini mendapat elektabilitas sebesar 38,0 persen. Sementara pasangan calon dari jalur independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana memperoleh tingkat elektabilitas 4,3 persen.
Direkrut Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan bahwa tingkat elektabilitas ketiga pasangan calon itu masih bisa berubah hingga hari pencoblosan. Pemungutan suara Pilgub Jakarta bakal dilakukan serentak dengan seluruh wilayah di Indonesia, yakni pada 27 November 2024.
"Saat ini masih ada 42,6 persen pemilih mengambang yang merupakan gabungan antara pemilih undecided dan pemilih tidak loyal," kata Adi dalam rilis surveinya, Selasa, 29 Oktober 2024.
Pada hasil loyalitas pemilih, tercatat pasangan Dharma-Kun memiliki persentase terbesar terhadap potensi berubahnya suara pemilih. Ada 15,4 persen suara yang kemungkinan masih bisa berubah.
Sementara, Ridwan Kamil-Suswono menjadi pasangan calon yang memiliki potensi pemilihnya berubah haluan paling kecil, yakni sebesar 6,3 persen. Disusul oleh Pramono-Rano, dengan 7,4 persen kemungkinan suara pemilihnya berubah ke pasangan lain.
Adapun survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan toleransi kesalahan mencapai 2,8 persen.