Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

8 sumber Polusi Udara Jakarta: Ada Asap Kendaraan dan Pembakaran Batu Bara

jakarta.cleanair.id diluncurkan sebagai akses informasi berbasis bukti soal sumber, dampak, dan solusi polusi udara Jakarta.

23 September 2020 | 12.48 WIB

Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.
Perbesar
Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengidentifikasi delapan sumber polusi udara Jakarta dengan parameter partikulat PM 2.5. Penelitian dilakukan di tiga titik pada Oktober 2018-Maret 2019 saat musim penghujan dan berlanjut Juli-September 2019 ketika kemarau.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

"Polusi di Jakarta khususnya kandungan partikulat yang membahayakan kesehatan kita telah melampaui panduan yang ditetapkan WHO dan standar nasional," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutannya secara virtual, Rabu, 23 September 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut ITB, sumber pencemaran tertinggi berasal dari asap knalpot kendaraan dengan persentase 32-41 persen di musim penghujan dan 42-57 persen saat kemarau. Selanjutnya, aerosol sekunder (6-16 persen penghujan dan 1-7 persen kemarau), serta 14 persen pembakaran batu bara di musim hujan.

Keempat, 13 persen aktivitas konstruksi pada penghujan. Kelima, pembakaran terbuka biomasa dan bahan bakar (11 persen penghujan dan 9 persen kemarau). Keenam, debu jalan beraspal (1-6 persen penghujan dan 9 persen kemarau).

Ketujuh, partikel tanah tersuspensi (10-18 persen kemarau). Kedelapan, garam laut (1-10 persen penghujan dan 19-22 persen kemarau).

Peneliti ITB mengumpulkan sampel PM 2.5 di Gelora Bung Karno (GBK), kawasan Kebon Jeruk, dan Lubang Buaya sepanjang Oktober 2018-Maret 2019 dan Juli-September 2019.

Penelitian ini mendapatkan pendanaan dari Bloomberg Philanthropies dan Climate Works Foundation dengan mitra pelaksana Vital Strategies. Hari ini Pemerintah DKI dan Bloomberg Philanthropies meluncurkan dokumen Untuk Udara Bersih Jakarta berisikan rencana mewujudkan udara bersih di Ibu Kota.

Dokumen memuat upaya mengurangi polusi udara Jakarta dan rekomendasi kebijakan yang mengacu pada data ilmiah. “Kerja sama berfokus pada peningkatan kualitas udara dalam dua tahun ke depan,” kata Anies

Kerja sama ini juga menghasilkan peluncuran jakarta.cleanair.id sebagai akses informasi berbasis bukti soal sumber, dampak, dan solusi polusi udara.



 

 

Lani Diana

Lani Diana

Menjadi wartawan Tempo sejak 2017 dan meliput isu perkotaan hingga kriminalitas. Alumni Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bidang jurnalistik. Mengikuti program Executive Leadership Program yang diselenggarakan Asian American Journalists Association (AAJA) Asia pada 2023.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus