Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) menegaskan tak memiliki keterkaitan dengan pengangkatan artis Ricky Harun sebagai Komisaris PT HK Metals Utama.
Vice President Komunikasi Korporat Hutama Karya Intan Zania memberikan klarifikasi tersebut seiring adanya pemberitaan beberapa media nasional mengenai pengangkatan Komisaris PT HK Metals Utama pada Rabu, 18 Agustus 2021.
"Pemberitaan tersebut di atas tidak memiliki keterkaitan dengan PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang infrastruktur dan pengusahaan jalan tol," kata Intan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 18 Agustus 2021.
Aktor Ricky Chilnady Pratama atau yang dikenal dengan nama Ricky Harun ditunjuk menjadi komisaris independen baru PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU). Keputusan ini disampaikan perseroan setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin.
Intan menjelaskan perseroannya saat ini hanya memiliki tiga anak usaha, yakni PT Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), dan PT HK Realtindo (HKR).
Oleh karena itu, Hutama Karya tidak bertanggung jawab atas informasi yang tidak benar mengenai perusahaan.
"Melalui klarifikasi ini, kami bermaksud untuk memberikan penjelasan terkait dengan kekeliruan informasi yang beredar dan agar pihak-pihak yang telah mempublikasikan pemberitaan tersebut agar dapat melakukan koreksi sesuai dengan informasi yang sebenarnya," kata Intan.
PT Hutama Karya (Persero) merupakan perusahaan pelat merah di bidang pengembang infrastruktur dan pengelola jalan tol yang menyediakan jasa konstruksi & EPC, investasi jalan tol, operasi dan pemeliharaan jalan tol, manufaktur serta pengembangan properti dan kawasan.
Saat ini perusahaan sedang menyukseskan mandat pemerintah untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol Trans Sumatera sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN).
Dalam menjalankan visi sebagai pengembang infrastruktur terkemuka Indonesia, Hutama Karya berkolaborasi dengan tiga anak perusahaannya mengoptimalkan inovasi pada setiap aspek bisnisnya agar tetap menjadi bagian penting dalam kemajuan pembangunan infrastruktur Indonesia.
Baca juga: Erick Thohir Usul PMN BUMN Rp 72,44 T di 2022, Hutama Karya Dapat Paling Banyak
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini