Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Kesal Soal Impor, Jokowi Sebut Kata Bodoh hingga Minta Hadirin Tak Tepuk Tangan

Kekesalan Jokowi terhadap maraknya impor pengadaan barang dan jasa diungkapkannya dengan menyebut kata 'bodoh' hingga meminta hadirin tak tepuk tangan

26 Maret 2022 | 09.20 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Presiden Jokowi dalam keterangannya terkait Kebijakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dan Panduan Protokol Kesehatan Ramadan dan Idulfitri 1443 H, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2022. Sementara itu, bagi para pejabat dan pegawai pemerintah, kegiatan buka puasa bersama dan gelar griya (open house) masih dilarang. BPMI Setpres

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kejengkelannya saat menyoroti banyaknya produk impor dalam pengadaan barang dan jasa di pemerintah pusat maupun daerah.

"Cek yang terjadi, sedih saya. Belinya barang-barang impor semuanya. Padahal kita memiliki untuk pengadaan barang dan jasa, anggaran modal pusat itu Rp 526 triliun. [Pemerintah] daerah, Pak Gub, Pak Bupati, Pak Wali Rp 535 triliun, lebih gede di daerah," kata Presiden saat Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Provinsi Bali, 25 Maret 2022.

Kekesalan Jokowi terhadap maraknya pengadaan barang dan jasa yang diimpor diungkapkannya dengan menyebut kata 'bodoh' hingga meminta hadirin tidak tepuk tangan.

Sebut Kata Bodoh
Saat mengungkapkan potensi pengadaan barang dan jasa tidak impor atau membeli produk-produk dalam negeri, Jokowi menyebut hal tersebut bisa memacu pertumbuhan ekonomi pemerintah pusat dan daerah 1,5 sampai 1,71 persen dan BUMN 0,4 persen. Caranya, pemerintah pusat dan daerah maupun BUMN konsisten membeli barang yang diproduksi pabrik-pabrik dan UKM-UKM dalam negeri.

"Kok enggak kita lakukan? Bodoh sekali kita kalau enggak melakukan ini, malah beli barang-barang impor," kata Presiden.

Selain itu, Jokowi menyebut jika pengadaan barang dan jasa dibeli di dalam negeri, akan ada investasi dan membuka lapangan kerja. Dia memperkirakan hal itu bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan. "Kalau ini tidak dilakukan, sekali lagi, bodoh banget kita ini," kata dia.

Minta Hadirin Tidak Tepuk Tangan
Selain menyebut kata 'bodoh', Jokowi meminta menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN yang hadir pada acara itu untuk tidak bertepuk tangan menanggapi pidatonya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Jangan tepuk tangan, karena kita belum melakukan," kata Presiden saat hadirin bertepuk tangan menanggapi pernyataan pengadan barang dan jasa dari dalam negeri bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Begitu pula saat para hadirin bertepuk tangan merespons pernyataan Jokowi agar APBN, APBD, dan anggaran BUMN mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara membeli barang buatan sendiri. "Jangan tepuk tangan dulu. Begitu saya lihat, ini pengadaan barang dan jasa seperti apa," kata Presiden.

Presiden Jokowi meminta 40 persen dari Rp 1.071,4 triliun potensi belanja pemerintah pusat dan daerah digunakan untuk pengadaan produk lokal. Besarnya yaitu Rp 400 triliun dan ditargetkan bisa tercapai Mei 2022 ini.

"Tadi pagi saya cek baru Rp 214 triliun," kata dia.

Target yang diungkapkan Jokowi adalah bagian dari upaya pemerintah dalam gerakan bangga buatan Indonesia. Nilai Rp 400 triliun yang semula adalah target sampai akhir tahun, dipercepat ke Mei 2022 ini.

FAJAR PEBRIANTO

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus