Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Anastasia Pretya Amanda hilang kesadaran sejenak saat bersaksi di sidang Mario Dandy Satriyo. Mantan pacar Mario itu tiba-tiba tak sadarkan diri di kursi rodanya saat Jaksa Penuntut Umum dan tim penasihat hukum Mario dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan menghadap di meja majelis hakim.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Saat itu majelis hakim ingin melihat bukti pesan WhatsApp yang ada di ponsel Mario Dandy. Amanda pun tetap menunggu di kursi rodanya, namun perlahan-lahan kepalanya menunduk ke arah kiri.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Setelah pemeriksaan barang bukti, jaksa menegur Amanda yang hanya terdiam sambil menunduk, dia tak merespons. Kemudian tim medis bergegas menghampiri Amanda untuk memberi pertolongan pertama.
Ibu dari Amanda menghampiri anaknya yang tiba-tiba terkulai lemas. Sekira lima menit, Hakim Ketua Alimin Ribut Sudjono memutuskan sidang skors sementara.
Hakim pun bertanya kepada jaksa mengenai pemeriksaan kesehatan Amanda sebelum bersidang. "Berdasarkan pemeriksaan fisik yang telah kami lakukan, dari pemeriksaan vital didapatkan tekanan darahnya 110/70 dengan heart rate 150 kali per menit, dan saturasi oksigen 98 persen," kata seorang jaksa di ruang sidang.
Berdasarkan keterangan kesehatan Anastasia Pretya Amanda itu, hakim ketua memutuskan persidangan dilanjutkan. Namun Amanda boleh didampingi ibunya di sisi kiri.
Saat ini, Amanda sudah bisa bicara seperti semula. Dia masih mampu menjawab pertanyaan jaksa dan hakim.
Dalam kasus ini, Amanda disebut sebagai informan untuk Mario, mantan pacarnya.
Mario menyebut Amanda yang memberi tahu soal AG (15 tahun) diduga dilecehkan oleh D (usia 17 tahun).
Namun Amanda membantah keterangan tersebut. Dia membantah pernah memberitahu informasi tersebut. Dia mengklaim tidak mengenal AG yang menjadi pacar Mario Dandy.
Setelah menerima informasi Amanda, Mario mengajak AG dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan untuk menganiaya D pada 20 Februari 2023. AG berperan untuk menjembatani pertemuan dengan D, sedangkan Shane merekam penganiayaan.
Pilihan Editor: Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Si Kembar Rihana Rihani di Apartemen Gading Serpong