Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Ketua BNPT Rajin Kunjungi Pesantren Perkuat Penanganan Radikalisme dan Terorisme

Boy Rafli Amar kembali melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur untuk menanggulangi radikalisme dan terorisme.

26 Oktober 2020 | 08.39 WIB

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar dalam acara silaturahmi dan dialog kebangsaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan Tokoh Agama yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihya'ul Qur'an, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat 28 Agustus 2020. Dok.BNPT
Perbesar
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar dalam acara silaturahmi dan dialog kebangsaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan Tokoh Agama yang berlangsung di Pondok Pesantren Ihya'ul Qur'an, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat 28 Agustus 2020. Dok.BNPT

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar kembali melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahim kebangsaan ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme. Ia berharap pondok pesantren terus menggelorakan hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air bagian dari iman, yang merupakan ciri khas pondok-pondok pesantren.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Jadi prinsip hubbul wathon minal iman yang selama ini menjadi ciri khas pada umumnya pondok-pondok pesantren yang ada di Jawa Timur dan indonesia ini dapat terus kita gelorakan kepada generasi muda kita," ujar Boy Rafli dalam keterangan tertulis, Senin 26 Oktober 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Rangkaian kunjungan dan silaturahim kebangsaan ke Ponpes di Jawa Timur dilaksanakan di Jombang dan Pasuruan, Sabtu 24 Oktober. Untuk di Jombang ia mengunjungi Ponpes Tebuireng dan Ponpes Bahrul Ulum, sedangkan untuk di Pasuruan pihaknya mengunjungi Ponpes Al-Ikhlas, Ponpes Nurul Karomah dan Ponpes Sidogiri.

Boy menyampaikan silaturahim ini adalah bagian dari upaya BNPT untuk menjalin sinergitas dengan para alim ulama. Ia berharap Ponpes dapat menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda untuk melakukan upaya peningkatan dan keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan.

"Kita berharap mereka tetap memiliki semangat cinta kepada tanah airnya. Karena pondok adalah tempat mengajarkan membangun ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathoniyah,” tutur Boy.

Mantan Kapolda Papua ini menyampaikan bahwa BNPT sangat berkepentingan dengan silaturahim ke Ponpes karena pihaknya ingin agar ponpes memiliki ketahanan yang baik di dalam menyikapi adanya paham-paham radikalisme dan intoleran.

"Karena terkadang paham-paham tersebut mungkin juga masuk kepada peserta didik di kalangan pondok pesantren," ucapnya.

Ia berharap semoga sinergi antara BNPT dengan Ponpes ini dapat semakin memudahkan bagi tokoh-tokoh pendidikan yang ada di Ponpes ke depannya untuk menjadi mitra BNPT dalam rangka penanggulangan terorisme.

Dalam kesempatan tersebut Pengasuh Ponpes Nurul Karomah di Rejoso Pasuruan KH Syafi setuju dengan Kepala BNPT bahwa ponpes dapat menjadi mitra potensial bagi BNPT ke depan.

"Apalagi di era sekarang ini itu ukhuwah basyariyah persaudaraan antarmanusia, lalu ukhuwah wathoniyah persaudaraan cinta tanah air, lalu ukhuwah islamiyah persaudaaran islam itu sangat kita butuhkan untuk meredam gejolak akhir-akhir ini terutama gejolak radikalisme di pondok pesantren," tutur Gus Syafi.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus