Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Mengenal Gastrodiplomasi, Jenis Diplomasi yang Mengandalkan Makanan

Gastrodiplomasi adalah jenis diplomasi yang mengandalkan makanan sebagai instrumen diplomasi. Berikut adalah penjelasannya.

21 Desember 2021 | 18.22 WIB

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam seminar on Economic Diplomacy: "Gastronomy to Strengthen the Indonesian Economy", Jakarta, 17 Oktober 2019 di Ruang Nusantara, Kemlu. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri RI
Perbesar
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam seminar on Economic Diplomacy: "Gastronomy to Strengthen the Indonesian Economy", Jakarta, 17 Oktober 2019 di Ruang Nusantara, Kemlu. Sumber: dokumen Kementerian Luar Negeri RI

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Diplomasi merupakan tindakan politik penting yang sering dilakukan dalam konteks hubungan internasional. Diplomasi umumnya berupa dialog persuasif guna memengaruhi keputusan atau kebijakan pemerintah asing yang memiliki pengaruh terhadap suatu negara. Namun kini ada satu jenis diplomasi unik, yakni gastrodiplomasi. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dilansir dari alurrempah.kemdikbud.go.id, gastrodiplomasi merupakan bentuk diplomasi yang menggunakan makanan atau tata boga. Dengan menggunakan instrumen makanan atau tata boga, sebuah pemahaman lintas budaya dapat terbentuk. Pemahaman lintas budaya tersebut memiliki peran yang penting dalam kepentingan diplomasi dalam konteks hubungan internasional. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selain kepentingan diplomasi, gastrodiplomasi juga berperan penting untuk meningkatkan brand awarness bangsa. Sebab, dengan membawa makanan atau tata boga ke dalam tataran diplomasi, semakin banyak bangsa yang mengenal makanan atau tata boga negara yang melakukan gastrodiplomasi.

"Sehingga melalui gastrodiplomasi dimungkinkan gastronomi menjadi sesuatu yang penting dalam kaitannya ekspansi kuliner Indonesia kepada dunia," kata Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora BRIN, Ahmad Najib Burhani, seperti dikutip dari brin.go.id, 24 November 2021.

Gastrodiplomasi merupakan salah satu bentuk soft diplomacy. Dilansir dari unej.ac.id, gastrodiplomasi merupakan salah satu varian soft diplomacy di samping help diplomacy dan science diplomacy. Help diplomacy adalah bentuk diplomasi berupa penawaran bantuan kepada negara-negara tertentu. Kemudian science diplomacy merupakan diplomasi yang dibarengi dengan pertukaran ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Sebagaimana dua varian diplomasi tersebut, gastrodiplomasi mempunyai karakter soft-power. Alih-alih menggunakan ancaman dan mengandalkan daya tawar, gastrodiplomasi mengandalkan kekuatan daya tarik budaya yang secara inheren terdapat di makanan suatu negara. 

BANGKIT ADHI WIGUNA

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus