Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Sidang Isbat Awal Ramadan, Pemantauan Hilal Dilakukan di 125 Titik

Sidang isbat akan digelar pukul 18.30 WIB setelah seminar pemantauan hilal.

28 Februari 2025 | 10.18 WIB

Santri melakukan pemantauan posisi hilal untuk menentukan 1 Ramadan di Masjid Jami Al Musari'in Pondok Pesantren Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Minggu 10 Maret 2024. Ketinggian sementara hilal dari Masjid Jami Al Musari'in Pondok Pasantren Basmol, Kembangan, masih berada pada ketinggian sekitar 1 derajat hingga matahari terbenam. TEMPO/Fajar Januarta
Perbesar
Santri melakukan pemantauan posisi hilal untuk menentukan 1 Ramadan di Masjid Jami Al Musari'in Pondok Pesantren Al Hidayah Basmol, Jakarta Barat, Minggu 10 Maret 2024. Ketinggian sementara hilal dari Masjid Jami Al Musari'in Pondok Pasantren Basmol, Kembangan, masih berada pada ketinggian sekitar 1 derajat hingga matahari terbenam. TEMPO/Fajar Januarta

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah atau hari pertama puasa Ramadan di Auditorium Haji Mohammad Rasjidi Kemenag RI di Jakarta Pusat, Jumat sore, 28 Februari 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sidang isbat akan digelar pukul 18.30 WIB setelah seminar pemantauan hilal. Sidang ini akan digelar tertutup dilanjutkan konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1446 Hijriah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Agenda sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1446 H, Jumat, 28 Februari 2025. Didahului seminar posisi hilal yang dimulai pukul 16.30 WIB,” tulis keterangan agenda yang diunggah Instagram Kementerian Agama, Jumat, 28 Februari 2025. 

Kementerian Agama menyatakan pemantauan hilal atau Rukyatulhilal akan dilakukan pada 125 titik di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Rukyatulhilal ini melibatkan para ahli falak dari Kantor Wilayah Kemenag dan Kemenag Kabupaten/Kota, serta bekerja sama dengan Pengadilan Agama, organisasi masyarakat Islam, dan instansi terkait lainnya.

“Pemantauan hilal awal Ramadan akan dilakukan di 125 titik se-Indonesia pada 28 Februari mendatang,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2025, dalam siaran resminya. 

Abu Rokhmad menuturkan, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ijtimak menjelang Ramadan 1446 H diperkirakan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari rukyat, kata dia, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad menjelaskan, hasil rukyat hilal dari berbagai daerah, beserta data hisab mengenai posisi hilal ini akan dibahas dalam sidang isbat. Keputusan yang dihasilkan akan menjadi dasar penetapan awal Ramadan 1446 H di Indonesia.

Adapun sidang isbat akan dihadiri sejumlah pihak, termasuk perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah lembaga terkait seperti Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Planetarium Jakarta.

Selain itu, pakar ilmu falak dari organisasi masyarakat Islam, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta pimpinan organisasi Islam dan pondok pesantren juga akan turut serta.

Eka Yudha Saputra

Eka Yudha Saputra

Alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Bergabung dengan Tempo sejak 2018. Anggota Aliansi Jurnalis Independen ini meliput isu hukum, politik nasional, dan internasional

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus