Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Pengertian Peta Konsep, Contoh, dan Cara Membuatnya

Peta konsep adalah alat yang sangat berguna untuk mengorganisir dan menyajikan informasi secara visual. Berikut contoh dan cara membuatnya.

10 Desember 2024 | 14.25 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Peta konsep. Foto: Canva

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Peta konsep adalah alat bantu visual yang digunakan untuk mengorganisir dan menyajikan informasi secara sistematis. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dalam dunia pendidikan, peta konsep digunakan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yang kompleks, serta memperjelas hubungan antara berbagai topik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Untuk memahami lebih dalam mengenai peta konsep, simak pengertian, contoh, dan cara membuat peta konsep berikut ini. 

Pengertian Peta Konsep

Peta konsep adalah alat visual yang digunakan untuk menyusun ide atau pengetahuan.  Peta ini biasanya disusun dalam bentuk diagram yang menyambungkan konsep-konsep utama dengan ide-ide pendukung lainnya. 

Tujuan utama dari peta konsep adalah untuk membantu seseorang dalam memahami, mengorganisir, dan menyajikan informasi dengan cara yang lebih sistematis dan mudah dipahami. 

Peta konsep seringkali dibuat dengan konsep yang paling umum atau utama di bagian atas, diikuti oleh konsep yang lebih spesifik di bawahnya. 

Konsep-konsep yang saling terkait dikelompokkan bersama, dan garis yang menghubungkan mereka memberikan arti atau penjelasan tentang hubungan tersebut. 

Contoh Peta Konsep

Supaya bisa memahami lebih jauh mengenai peta konsep, berikut adalah contoh sederhana dari peta konsep tentang "Sistem Pencernaan Manusia."

Sistem Pencernaan Manusia (Konsep Utama)

 Mulut (Konsep Spesifik 1)

  • Gigi
  • Enzim Saliva

Kerongkongan (Konsep Spesifik 2)

  • Peristaltik

Lambung (Konsep Spesifik 3)

  • Asam Lambung
  • Enzim Pepsin

Usus Halus (Konsep Spesifik 4)

  • Pencernaan Nutrisi
  • Penyerapan

Usus Besar (Konsep Spesifik 5)

  • Penyerapan Air
  • Pembentukan Feses

Dalam contoh tersebut, peta konsep menggambarkan hubungan antara konsep utama yaitu "Sistem Pencernaan Manusia" dan berbagai konsep yang lebih spesifik yang membentuk bagian dari sistem tersebut. 

Setiap bagian sistem pencernaan (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar) dihubungkan dengan sub-konsep yang lebih mendetail, seperti organ dan fungsi yang ada dalam setiap bagian tersebut.

Cara Membuat Peta Konsep

Membuat peta konsep yang jelas dan terstruktur membutuhkan beberapa langkah yang mudah diikuti. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuat peta konsep:

1. Tentukan Topik Utama

Cara pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik utama yang ingin dijelajahi. Topik ini harus menjadi konsep pusat yang akan dijelaskan lebih lanjut dengan konsep-konsep lain yang lebih spesifik. 

Misalnya, jika ingin membuat peta konsep tentang "Sistem Pencernaan Manusia," maka topik utamanya adalah "Sistem Pencernaan Manusia."

2. Identifikasi Konsep-konsep Utama

Setelah menentukan topik utama, identifikasi konsep-konsep utama yang terkait dengan topik tersebut. Konsep-konsep ini biasanya lebih spesifik dan akan menjadi sub-topik yang mendalami lebih dalam aspek dari topik utama. 

Untuk contoh "Sistem Pencernaan Manusia," konsep utama seperti "Mulut," "Kerongkongan," "Lambung," "Usus Halus," dan "Usus Besar" bisa menjadi konsep-konsep utama.

3. Tentukan Hubungan Antara Konsep

Setelah mengidentifikasi konsep-konsep utama, tentukan hubungan antara konsep-konsep tersebut. Hubungan ini dapat digambarkan dengan garis yang menghubungkan setiap kotak atau lingkaran yang mewakili konsep. 

Garis tersebut sering dilengkapi dengan kata-kata penghubung yang menjelaskan hubungan antar konsep. Misalnya, kata penghubung bisa berupa "berfungsi untuk," "terhubung dengan," atau "mempengaruhi."

4. Urutkan Konsep Secara Logis

Peta konsep biasanya disusun dengan konsep yang lebih umum di bagian atas dan konsep yang lebih spesifik di bawahnya. 

Ini akan memberikan gambaran hierarki yang jelas antara topik utama dan sub-topik. Pastikan untuk mengurutkan konsep-konsep tersebut secara logis agar mudah dipahami.

5. Tambahkan Detail

Setelah menambahkan konsep-konsep utama dan hubungan antar konsep, Anda dapat menambahkan detail tambahan untuk menjelaskan lebih lanjut. 

Detail ini bisa berupa definisi, contoh, atau informasi penting lainnya yang akan memperkaya pemahaman mengenai topik yang sedang dibahas.

6. Gunakan Alat atau Software untuk Membuat Peta Konsep

Anda bisa membuat peta konsep secara manual dengan menggambar di kertas atau menggunakan berbagai alat bantu digital. Beberapa software yang dapat digunakan untuk membuat peta konsep termasuk CmapTools, MindMeister, Lucidchart, atau XMind. Alat-alat ini memungkinkan Anda untuk membuat peta konsep yang lebih rapi dan terstruktur dengan lebih mudah.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus