Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah plester menempel di punggung tangan kanan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi. Jokowi mengatakan tangannya terluka waktu ia berkampanye dan meladeni permintaan pendukungnya untuk bersalaman.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Biasa, salaman (lalu) luka," kata Jokowi di Kedai Kopi Arabika, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Dumai, Riau, Selasa, 26 Maret 2019.
Jokowi bercerita ia memilih menyalami para pendukungnya kala tiba di suatu tempat kampanye. Namun antusiasme yang tinggi terkadang membuat warga sampai berebut dan menarik-narik tangannya.
"Ya, biasa. Kalau antusiasme seperti itu tidak mungkin menghindar. Ya sudah," ucapnya.
Ia menuturkan ada orang spesial yang akan membantunya untuk menempelkan plester di tangannya jika terluka. Dia adalah istrinya, Iriana, atau asisten ajudannya.
"Tadi ibu (Iriana), juga Syarif (Inspektur Satu Syarif Muhammad Fitriansyah)," ujarnya.
Menyalami warga memang menjadi kebiasaan Jokowi, baik selaku presiden atau calon presiden, saat menghadiri acara di suatu tempat. Biasanya Jokowi akan menyalami masyarakat yang hadir sambil terus berjalan menuju tempat duduknya.
Kali ini, di Dumai, Jokowi memilih berjalan kaki sepanjang 700 meter menuju Lapangan Bukit Gelanggang, tempatnya berkampanye, sambil menembus lautan manusia dan meladeni permintaan bersalaman atau foto.