Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Soal Instruksi Megawati, Politikus PDIP Bilang Supaya Suasana Pileg seperti Pilpres

Menurut Aria, surat itu bukan berarti internal PDIP tidak solid, tetapi ingin menegaskan bahwa Pemilu ini harus ada kerja sama.

2 Januari 2024 | 06.32 WIB

Ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri bersama sejumlah pengurus DPP PDIP memanjatkan doa saat berziarah ke Makam Presiden Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Jumat 3 November 2023. Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri sengaja mengajak sejumlah Pengurus Pusat PDIP dan pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud berziarah ke makam Presiden Soekarno untuk menjaga tradisi spiritualitas perjuangan dalam menghadapi tahun politik. ANTARA FOTO/Irfan Anshori
Perbesar
Ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri bersama sejumlah pengurus DPP PDIP memanjatkan doa saat berziarah ke Makam Presiden Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Jumat 3 November 2023. Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri sengaja mengajak sejumlah Pengurus Pusat PDIP dan pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud berziarah ke makam Presiden Soekarno untuk menjaga tradisi spiritualitas perjuangan dalam menghadapi tahun politik. ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Aria Bima membantah kabar bahwa terbitnya surat edaran DPP PDIP tentang Instruksi Bergerak Secara Masif Memenangkan Pemilu 2024 karena ada ketidaksolidan internal partai, terutama caleg di daerah. Menurut Aria, surat edaran seperti itu rutin dikeluarkan sejak Pemilu 2009, 2014, dan 2019, agar caleg di daerah juga memikirkan pemilihan presiden atau Pilpres.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selain itu, Aria mengakui bahwa Pilpres memang hanya dirasakan oleh pengurus pusat, sedangkan pengurus di daerah lebih dominan merasakan pemilihan caleg. “Bukan belum solid, bahwa rasa Pilpres itu di pusat. Sedangkan di daerah itu rasa pileg. Ibu Mega menekankan ini Pileg dan Pilpres harus searah perolehannya,” kata Aria saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 1 Januari 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebelumnya, beredar surat resmi DPP PDIP yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan Daerah seluruh Indonesia, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kota/kabupaten, dan seluruh caleg PDIP agar bergerak secara masih memperoleh suara Pileg dan Pilpres selaras. Surat yang terbit pada 16 Desember 2023 itu ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Warkat bernomor 5775/IN/DPP/XII/2023 itu berisi instruksi yang wajib dilaksanakan oleh semua kader PDIP untuk memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud Md dalam Pilpres 2024. Dalam perolehan suara, dalam surat itu disebutkan bagi caleg diharapkan memperoleh suara minimal setara atau lebih besar untuk kemenangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

“Atas dasar tersebut, bagi caleg yang perolehan suaranya tidak linear dengan perolehan suara Capres dan Cawapres nomor urut 3, maka DPP Partai akan mempertimbangkan caleg tersebut tidak akan dilantik sebagai anggota dewan terpilih Pemilu 2024,” tulis dalam surat itu.

Menurut Aria, surat itu bukan berarti internal partainya tidak solid, tetapi ingin menegaskan bahwa Pemilu ini harus ada kerja sama. “Surat itu untuk menegaskan kerja-kerja suasana Pileg di daerah itu harus berbarengan dengan suasana nasional, Pilpres,” kata dia.

Isu ketidaksolidan partai bergambar Banteng itu juga diungkap laporan Majalah Tempo edisi 19-24 Desember 2023. Salah satu penyebab mesin PDIP tak kunjung panas untuk pilpres adalah masih ada pendukung Puan Maharani yang setengah hati mengkampanyekan Ganjar Pranowo. Diketahui, Puan menjadi rival Ganjar dalam pemilihan calon presiden di lingkup internal PDIP.

Menanggapi itu, Aria mengatakan, “Tidak ada,” Aku ini Mbak Puan.”

ADIL AL HASAN | IHSAN RELIUBUN

Adil Al Hasan

Bergabung dengan Tempo sejak 2023 dan sehari-hari meliput isu ekonomi. Fellow beberapa program termasuk Jurnalisme Data AJI Indonesia.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus