Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebagai kawasan destinasi wisata, akses jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY menjadi kebutuhan vital. Akses jalan yang memadai dan mendukung unsur keselamatan menjadi satu prioritas yang digencarkan sepanjang 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sejumlah ruas jalan pendukung masuk kawasan wisata di kabupaten-kabupaten Yogyakarta pada 2023 telah rampung digarap. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Presiden RI Joko Widodo pada akhir Januari 2024 ini meresmikan setidaknya tujuh ruas Jalan Inpres Daerah yang rampung sejak tahun 2023 lalu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Adapun tujuh ruas jalan untuk penguatan akses ekonomi dan pariwisata yang diresmikan yakni Jalan Wonosari - Mulo, Jalan Semanu - Karangmojo di Kabupaten Gunungkidul.
Lalu Jalan Prambanan - Gayamharjo dan Jalan Gejayan - Manukan di Kabupaten Sleman. Ada juga Jalan Patuk - Terong dan Jalan Imogiri - Dodogan di Kabupaten Bantul. Serta Jalan Brosot - Toyan di Kabupaten Kulon Progo.
Tujuh ruas jalan ini rata-rata merupakan askes menuju tempat wisata di empat kabupaten DIY itu. "Ruas jalan yang dibangun saat ini memiliki kualitas yang lebih baik, meski mengeluarkan anggaran yang lebih mahal," kata Jokowi.
Jokowi menuturkan ruas jalan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mobilitas dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama dari sektor pariwisata.
Menurutnya, pada tahun 2023 pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp14,6 triliun untuk Inpres Jalan Daerah. Anggaran tersebut dibagi ke beberapa provinsi di tanah air untuk melaksanakan pembangunan jalan.
Pada pembangunan jalan di DIY ini, total anggaran yang dikeluarkan Rp162 miliar, dengan panjang total jalan 23 km. Sementara pada proyek baru pembuatan Jembatan Pandansimo sepanjang 677 meter di Bantul yang saat ini sedang berproses, diproyeksi menelan anggaran Rp 814 miliar.
Di sisi lain, terkait keselamatan jalan, Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, menyebut pembangunan fasilitas keselamatan jalan terus digencarkan untuk meningkatkan aspek keselamatan para pengguna jalan. Terutama di jalan-jalan nasional seluruh Indonesia.
Fasilitas perlengkapan jalan yang utama antara lain rambu lalu lintas, marka jalan, alat penerangan jalan, fasilitas pejalan kaki, dan fasilitas pendukung lalu lintas angkutan jalan.
"Fasilitas perlengkapan jalan ini diharapkan dapat mewujudkan transportasi yang berkeselamatan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang saat ini masih cukup tinggi," kata dia.
Di samping itu, fungsi dari adanya perlengkapan jalan adalah agar pengguna jalan mengetahui situasi dan kondisi segmen berikutnya. Juga mengendalikan pengguna jalan tetap pada jalurnya dan menjaga kecepatan dan jarak aman, serta meminimalisir kesalahan pengguna jalan.
Pembangunan fasilitas perlengkapan jalan di tahun 2023 telah disebar di 60 kabupaten/kota se-Indonesia. Antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan, juga Banten.
Pilihan editor: 5 Tempat Rekomendasi Tempat Makan Gudeg di Yogyakarta