Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan belum ada pembicaraan di partai ihwal kemungkinan menerima Moeldoko menjadi anggota. Ia sekaligus menanggapi cuitan politikus Demokrat Rachland Nashidik sebelumnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Saya kira masih pendapat pribadi (Rachland) ya. Jadi kami belum ada pembicaraan apa pun di institusi partai," kata Herman kepada wartawan, Kamis, 1 April 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Herman menilai apa yang dilakukan Moeldoko adalah pelanggaran terhadap etika moral dan aturan partai. Maka dari itu, kata dia, ada banyak aspek yang harus dipertimbangkan dalam menyikapi mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu.
"Banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Kami belum memikirkan ke arah sana," ujar Herman.
Sebelumnya, Rachland lewat akun Twitternya mencuit bahwa Demokrat akan terbuka jika Moeldoko ingin menjadi kader di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia juga menyebut Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief akan membantu jika Moeldoko ingin maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta.
"Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota Partai pimpinan Agus Yudhoyono. Ketua Bapilu @Andiarief__ akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi Cagub DKI dalam pilkada mendatang. You are warmly welcome!" tulis Rachland, tanpa menjelaskan apakah cuitannya serius atau kelakar.
Herman Khaeron mengatakan Demokrat saat ini masih berfokus memperkuat soliditas di internal partai. Dia berujar Demokrat belum terpikir untuk merangkul kembali kader-kader yang telah membelot. Lagi-lagi, Herman mengatakan ada banyak aspek yang mesti dipertimbangkan.
"Karena (mereka) selain sudah melakukan tindakan makar terhadap partai ini (Demokrat) juga melakukan fitnah-fitnah yang menurut saya ya banyak aspek yang mesti dipertimbangkan," ujar Herman.
BUDIARTI UTAMI PUTRI