Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Di Depan Peserta Retret Kepala Daerah, Luhut Sebut Akan Ada Relokasi Industri dari Vietnam

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan bicara soal potensi relokasi industri sepatu dari Vietnam ke Indonesia di depan peserta retret.

26 Februari 2025 | 17.08 WIB

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan setelah acara Indonesia Economic Summit 2025 di Jakarta, 18 Februari 2025. Tempo/Ervana
material-symbols:fullscreenPerbesar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan setelah acara Indonesia Economic Summit 2025 di Jakarta, 18 Februari 2025. Tempo/Ervana

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Magelang - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan mengatakan akan ada potensi relokasi industri tekstil sepatu dari Vietnam. Menurutnya, industri tersebut akan masuk ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

"Bisa menciptakan lapangan kerja mungkin dalam 1,5 tahun ke depan itu 1 sampai 1,5 juta lapangan kerja," kata Luhut setelah menjadi pemateri retret kepala daerah di Akademi Militer Magelang pada Rabu, 26 Februari 2205.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Luhut menyebut, potensi itu dia sampaikan kepada para kepala daerah peserta retret. Para kepala daerah lantas meminta kemudahan izin analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal. 

"Mereka minta tadi mengenai izin-izin Amdal bisa dipercepat prosesnya karena kemarin sudah kami laporkan kepada presiden dan presiden memerintahkan akan dipercepat," ujarnya.

Dia juga mengaku telah mengatur pertemuan sejumlah kepala daerah untuk mempercepat perizinan. "Ada 10-15 untuk bertemu menghadap presiden untuk menyampaikan sendiri permintaan-permintaan atau keluhan-keluhan mereka," tutur Luhut.

Guna menarik sejumlah investor tersebut, menurut Luhut, pemerintah harus mencari keseimbangan antara upah pekerja dengan perusahaan. "Sebab kalau upah kerja terlalu tinggi perusahaannya tidak mau masuk. Atau sebaliknya nanti kalau perusahaannya mau masuk gajinya terlalu rendah juga akan tidak baik," sebutnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus