Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nusa

Dukcapil Jakarta Imbau Pendatang Sudah Ada Jaminan Pekerjaan dan Tempat Tinggal

Disdukcapil mengimbau kepada pendatang untuk memiliki kepastian tempat bekerja sebelum memutuskan untuk datang ke Jakarta.

4 April 2025 | 06.13 WIB

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin saat ditemui di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 4 Mei 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Perbesar
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin saat ditemui di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 4 Mei 2023. Tempo/Mutia Yuantisya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengimbau kepada pendatang agar memiliki kepastian tempat bekerja sebelum memutuskan untuk datang ke Jakarta. Menurut Kepala Disdukcapil Jakarta Budi Awaluddin, kepastian itu akan berkontribusi untuk membangun Jakarta menuju kota global.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Selain memiliki kepastian tempat bekerja, ia juga berharap kepada pendatang agar punya jaminan tempat tinggal. "Kepada para pendatang, diimbau sudah memiliki kepastian tempat bekerja atau setidaknya memiliki keterampilan serta jaminan tempat tinggal," kata dia kepada Tempo, Kamis, 3 April 2025.  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sebagai persiapan menerima pendatang tersebut, Budi mengatakan Dukcapil telah memiliki layanan administrasi kependudukan atau Adminduk dari tingkat kelurahan hingga provinsi. "Kami akan melayani seluruh pemohon yang datang ke loket kami secara tulus, adil, gratis," ujar dia.  

Meski demikian, ia memprediksi jumlah pendatang usai lebaran tahun ini akan berkurang jika dibandingkan tahun 2024. Budi Awaluddin mengatakan angka pendatang tersebut berkisar antara 10 ribu hingga 15 ribu orang.  

Sebagai data pembanding, Budi mengatakan jumlah pendatang di 2024 sebanyak 16.207. Angka di 2024 ini juga turun sebanyak 37,47 persen jika dibandingkan dengan 2023 yaitu sebanyak 25.918. Penurunan jumlah pendatang ini, kata Budi, karena pembangunan yang cukup merata di setiap daerah.  

"Disebabkan antara lain pembangunan di daerah sudah cukup merata, serta dampak program penataan dokumen kependudukan sesuai domisili yang mulai disosialisasikan pada tahun 2023," kata dia.  

Budi mengatakan bahwa Jakarta akan terbuka untuk siapa saja. Apalagi, kata dia, urbanisasi memang merupakan fenomena alami yang biasa terjadi pada kota besar seperti Jakarta.  

"Dari tahun ke tahun Jakarta mengalami dua kali pertambahan penduduk, pasca hari raya dan kenaikan kelas," kata dia.  

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung juga membuka pintu Jakarta lebar-lebar bagi pendatang yang akan datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan atau membuka peluang usaha pasca-Lebaran 2025. Pramono juga sudah memastikan bahwa Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisia yang merazia identitas kependudukan para pendatang. Namun, Pramono menegaskan mereka yang merantau ke Jakarta harus memiliki KTP.  

Dengan identitas yang jelas, Pramono memastikan mereka bisa mencari pekerjaan di Jakarta. Selain itu, mereka juga bisa mengasah skill dengan pelatihan jika memiliki identitas.  

"Dukcapil akan mengecek itu, administrasinya dicek. Kalau dia mau mencari kerja di Jakarta monggo, silakan. Asal dia mau ada pelatihan dan asal juga yang paling penting dia punya identitas. Kalau enggak punya identitas, enggak (bisa cari kerja)," kata Pramono seperti dikutip dari Antara, Rabu, 2 April 2025.  

Yudono Yanuar berkontribusi dalam tulisan ini.  

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus