Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pendidikan

Kemenag Siapkan Lebih dari 20 Program untuk Kegiatan Bulan Ramadan

Untuk penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah, Kemenag akan menggelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025.

26 Februari 2025 | 19.16 WIB

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad (tengah), di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, 26 Februari 2025. Tempo/Rizki Yusrial
Perbesar
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad (tengah), di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, 26 Februari 2025. Tempo/Rizki Yusrial

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan lebih dari 20 program sebagai kegiatan pengisi bulan Ramadan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan program tersebut dirancang agar masyarakat bisa menyambut bulan Ramadan dengan sukacita.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Rokhmad merinci bahwa program tersebut antara lain mencakup ngaji budaya, car free day untuk tarhib Ramadan, serta sima'an Al-Qur'an. "Kami juga berencana akan mengadakan Khotmil Al-Qur'an yang memecahkan rekor MURI, termasuk yang rutin seperti sidang isbat, lalu ada Nuzulul Qur'an, bersih-bersih masjid, dan menanam sejuta pohon. Itu juga kami lakukan," kata dia saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2025.  

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Melalui program ini, Rokhmad berharap Kemenag dapat menciptakan suasana positif bagi masyarakat dalam menyambut bulan Ramadan. Ia juga berpesan agar masyarakat menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan.  

Untuk penentuan 1 Ramadan 1446 Hijriah, Kemenag akan menggelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025. Rokhmad mengatakan rencananya Sidang Isbat akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta Pusat, dengan pimpinan sidang Menteri Agama Nasaruddin Umar. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," kata Rokhmad pada Senin, 10 Februari 2025, seperti dikutip dari keterangan tertulis.  

Ada tiga rangkaian yang akan dilakukan dalam Sidang Isbat. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. Terakhir, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan ke masyarakat.  

Dia pun mengajak masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1446 H. Abu Rokhmad menyebut hal ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. "Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama," kata Rokhmad.

Oyuk Ivani S berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus