Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Keterbukaan Partai NasDem, Demokrat, dan PKS Dinilai Jadi Tradisi Politik Baru di Indonesia

Partai NasDem, Demokrat dan PKS dianggap tak ingin menghindari politik transaksional dengan membuka pertemuan mereka soal pemilihan cawapres.

27 Oktober 2022 | 09.18 WIB

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Demokrat di kediamannya, Jakarta, 25 Oktober 2022. Foto: Instagram/Anies Baswedan
material-symbols:fullscreenPerbesar
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Demokrat di kediamannya, Jakarta, 25 Oktober 2022. Foto: Instagram/Anies Baswedan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Sikap Partai NasDem, Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang membuka hasil pertemuan ketiganya di rumah Anies Baswedan, dinilai sebagai tradisi politik baru di Indonesia. Kelompok relawan pendukung Anies, Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) menyebut keterbukaan ketiga partai itu menyiratkan keinginan melibatkan publik dalam upaya menggerakkan perubahan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

”Kelompok tiga parpol itu membuka luas informasi dari setiap langkah politik mereka. Rakyat pun mendapatkan jalan yang lebar untuk terlibat dalam menata masa depan bangsa. Ini kemajuan penting dalam demokrasi kita,” ujar Sekretaris Jenderal SKI, Raharja Waluya Jati dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 27 Oktober 2022. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Pertemuan elit politik biasanya minim informasi

Jati menilai yang dilakukan trio Nasdem, Demokrat dan PKS kontras dengan banyak pertemuan elite politik yang biasanya berlangsung tertutup dan minim informasi pada publik. Dengan keterbukaan tersebut, menurut Jati, akan menghindarkan koalisi tersebut dari kemungkinan terjadinya politik transaksional. 

"Hal ini tentu menggembirakan para pendukung Pak Anies, karena diskusi tentang cawapres (calon wakil presiden) berlangsung secara rasional, dengan tujuan memilih yang terbaik,” kata Jati. 

NasDem, Demokrat dan PKS bertemu di kediaman Anies Baswedan

Sebelumnya, tim kecil pengurus Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat berkumpul di rumah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa, 25 Oktober 2022. Salah satu agenda pertemuan di rumah Lebak Bulus, Jakarta Selatan itu untuk membahas tokoh yang bakal menjadi calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024. 

Dalam pertemuan itu, Anies Baswedan selaku tuan rumah sekaligus calon presiden yang diusung oleh ketiga partai turut hadir. 

"Hadir juga menyusul Ketum Demokrat, Mas AHY," ungkap Ketua DPP NasDem Willy Aditya dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 26 Oktober 2022.

Sementara untuk perwakilan partai yang hadir antara lain Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Majelis Syura M. Sohibul Iman, Jubir PKS Pipin Sofian dan M. Kholid, lalu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman dan Iftitah. 

Willy mengatakan hadir juga Sudirman Said sebagai Liaison Officer atau LO untuk acara itu. Sementara AHY baru datang ketika diskusi santai soal cawapres sedang berlangsung. 

Ketiga partai menyodorkan cawapres

Willy mengatakan pertemuan di rumah Anies Baswedan merupakan pertemuan lanjutan dari sejumlah pertemuan sebelumnya. Ia menjelaskan pembahasan tim sudah pada tahap pendalaman kriteria dan mekanisme penentuan cawapres yang bakal berduet dengan Anies.

"Dalam suasana santai diskusi tim kecil terus berlanjut mematangkan agenda pembahasan terkait cawapres termasuk pendalaman kriteria dan mekanismenya," kata Willy.

Dalam pertemuan itu, PKS menyodorkan nama mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai kandidat cawapres bagi Anies Baswedan. Sementara Partai Demokrat tetap mengusulkan AHY sebagai cawapres. 

Untuk Partai NasDem, Willy mengatakan menyerahkan seluruh keputusan kepada Anies Baswedan.

"Komitmen itu sudah dikuatkan oleh pernyataan Pak Surya Paloh yang telah memberikan kewenangan kepada Anies," kata Willy.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus