Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin mewanti-wanti peserta retret kepala daerah di Akademi Militer atau Akmil Magelang untuk tidak korupsi. Burhanuddin menyampaikan pesan itu saat menjadi pembicara pada kegiatan yang digelar pada Selasa malam, 25 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Ya pada intinya, anjuran untuk tidak korupsi, gitu aja, kalau korupsi tak sikat,” kata Burhanuddin kepada awak media di Akmil Magelang, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri, Rabu, 26 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Burhanuddin menekankan pentingnya para kepala daerah menghindari tindakan yang dapat merugikan keuangan negara. Dia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat kemajuan.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto juga mengisi kuliah dalam penggemblengan kepala daerah kemarin malam. Listyo mengatakan penanganan terhadap hal-hal yang meresahkan masyarakat menjadi perhatian Polri. “Karena ini berdampak kepada investasi, baik dalam negeri maupun luar negri,” kata dia.
Setyo menekankan pemahaman sikap anti korupsi perlu dimiliki oleh kepala daerah. Sebab mereka memiliki tanggung jawab besar kepada rakyat, dalam memacu pertumbuhan ekonomi, perdagangan, hingga swasembada pangan.
“Yang patuh menjadi lebih patuh, yang hormat menjadi lebih hormat, yang menghargai terhadap atasan, presiden, pimpinan, siapa pun bisa lebih baik lagi,” kata Setyo.
Kepala daerah memasuki kompleks Akmil Magelang untuk retret pada Jumat malam, 21 Februari 2025, satu hari setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Pembukaan dilangsungkan besok harinya oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Retret kepala daerah akan ditutup Jumat, 28 Februari 2025. Hingga hari kelima, tercatat ada 493 dari 503 kepala daerah yang sudah hadir di retret.
Pilihan Editor: Soal Kabinet Gemuk, Prabowo: Kalau Banyak Orang Hebat, Kenapa?