Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Pengacara Eggi Sudjana Minta Klarifikasi Polisi soal Pasal Makar

Eggi Sudjana sebelumnya dilaporkan oleh Supriyatno, relawan Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac) dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan.

13 Mei 2019 | 14.01 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Caleg PAN, Eggi Sudjana, usai diperiksa 13 jam di Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dalam seruan people power, Sabtu, 27 April 2019. Tempo/Ryan Dwiky

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara dari politikus PAN Eggi Sudjana meminta klarifikasi Polda Metro Jaya terkait berubahnya pasal yang menjerat kliennya sebagai tersangka dari perkara pengahasutan menjadi kasus makar.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Eggi dilaporkan dengan pasal 160 tentang pengahasutan itu di BAP pertama, kok tiba-tiba jadi tersangka kasus makar? Kami enggak tahu dan kami mau klarifikasi juga," kata pengacara Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Eggi Sudjana sebelumnya dilaporkan oleh Supriyatno, relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Pelaporan itu berkaitan dengan seruan Eggi soal people power. Dalam penetapan sebagai tersangka, Eggi dijerat dengan pasal 107 KUHP soal makar.

Damai pun mempertanyakan apakah ada pelapor baru terkait ucapan people power Eggi Sudjana hingga dijadikan tersangka dalam kasus makar. Selain itu, kata dia, Eggi Sudjana belum pernah diperiksa dalam kasus makar.

Ia mengatakan perubahan pasal tersebut juga menjadi dasar penasehat hukum untuk mengajukan praperadilan penetapan status tersangka Eggi Sudjana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Selain itu, Damai meminta pemeriksaan Eggi Sudjana hari ini sebagai tersangka ditunda hingga putusan praperadilan. "Tunggu praperadilan dulu, penetapan status tersangka ini sah atau tidak," ujarnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menegaskan penetapan tersangka Eggi Sudjana sudah sesuai prosedur dan memenuhi unsur-unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menyatakan penetapan tersangka berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli dan barang bukti. "Ada bukti permulaan seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, petunjuk dan barang bukti yang disampaikan seperti video dan pemberitaan-pemberitaan di media," kata dia beberapa waktu lalu.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus